Author: siapa aja
Date Posted: 23:25:47 09/03/02 Tue
Hi teman,
Walaupun kami telah membicarakannya 1000 kali, saya telah mendorong dan menyetujuinya.... yang saya rasakan sekarang gamang seakan nggak berpijak dalam tanah.... ngebayangin dia mau kawin...
Jahat nggak sih kalau suatu saat saya masih menggoda dia yang kemudian dia jadi tergoda (padahal dia sudah menjadi milik orang lain ?). Salahkah kalau saya mendoakan perkawinan mereka nggak sukses ? Sementara saya tidak bisa memberikan status yang jelas ???
Kenapa sih perempuan butuh status ? Padahal saya merasa hepi dengan apa yang saya punya sekarang...
u r comment plz... biar saya bisa menghadapinya dengan santai.
gp
Author: Pal
Date Posted: 00:56:07 09/04/02 Wed
Sudah waktunya GP merelakan pacar menikah dan ga harus menuntut soal status thd perempuan.. bukannya cowokpun juga buth status? sdgkan kalo GP katakan status bukannya GP tulis topiknya juga: "pacar" (status) gw mau kawin? Yakinkah kalau kalian berdua memiliki status "pacar"?
Kalo soal status pernikahan sudah seperti kita ketahui kalo emang itu seperti tuntutan di dunia hetero dan mereka tidak melihat dunia komunitas kita ini...sepertinya kita masih menuju jalan yang panjang untuk meraih apa yang diharapkan komunitas kita dari dulu sampai sekarang
Jahat nggak sih kalau suatu saat saya masih menggoda dia yang kemudian dia jadi tergoda (padahal dia sudah menjadi milik orang lain ?). Salahkah kalau saya mendoakan perkawinan mereka nggak sukses ? -->jahat dan salah banget!! pernahkan terpikirkan oleh loe kalau seandainya posisi loe di dia sekarang ini dan betapa sesaknya dia karena bingung untuk bersikap terhadap diri sendiri saat loe muncul dan mulai mengusik kehidupan lainnya yg sudah dia ambil dan dia akan jalani.. bukan nya cinta dan pengertian dari dia yg loe dapatkan melainkan kebingungan dan kesedihan yg dia tunjukkan ke loe... well selamat berpikir dan relakan kenyataan ini untuk mengambil alih.
Author: Ade GB
Date Posted: 01:42:17 09/04/02 Wed
Yang pertama kali harus disadari, pernikahan bukanlah hal yang main-main hanya untuk sebuah status. Pernikahan, bagi preferensi seksual manapun, sejatinya adalah sebuah hal yang sakral. Namun demikian, semuanya berpulang kepada pribadi masing-masing.
Saya pernah mengalami hal yang sama. Saya tahu betul rasa sakitnya, rasa bingungnya... dunia terasa runtuh. Ketika kita disakiti, reaksi yang terjadi biasanya ada beberapa:
- marah dan membalas
- marah lalu pergi
- kesal atau marah tapi memaafkan dan tetap pergi
- kesal atau marah lalu memaafkan dan kemudian tetap berteman baik
Seluruh reaksi itu manusiawi adanya, tapi sekarang tinggal kita mau jadi manusia yang model apa. Yang terbaik adalah kalau GP bisa menjadi seperti yang terakhir: memaafkan dia dan tetap berteman baik dengannya. Namun tidak semua orang bisa mencapai tahap itu. Selain itu juga, tidak semua orang yang kemudian memutuskan untuk menikah juga kemudian mau tetap berteman.
Pada kasus saya, saya memilih pergi sementara itu, mantan saya juga lebih memilih untuk tidak berhubungan dengan saya lagi. Namun demikian, betapapun sakitnya saya, saya tidak pernah mengganggu dan menggodanya sama sekali. Ingatlah bahwa ketika kita berlaku jahat pada orang lain, kita juga sebenarnya merasa sakit karena kejahatan yang kita lakukan pada mereka. Lagipula, saya percaya dengan konsep "what goes around, comes around"... apa yang kita semai, itulah yang akan kita tuai. Ketika kita menyemai kejahatan, kejahatan itu pula yang akan menimpa kita. Jika kita lakukan itu, kita akan berada dalam lingkaran derita yang tak akan pernah putus.
Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk menyembuhkan luka hati itu. Namun pada akhirnya saya bersyukur bahwa pengalaman itu telah mengajarkan hal yang teramat luar biasa bagi saya dan telah membuat saya mengambil hikmahnya.
GP, bukankah hidup ini pilihan? Kamu bisa memilih untuk melakukan yang terbaik atau pun melakukan yang buruk. Tapi percayalah, perjuangan berat akan berujung pada kebaikan. Saya sih sudah membuktikannya. Setelah melewati masa pasang-surut dan bertahan, kini saya menemukan orang-orang yang bersama kasih sayang mereka yang tulus, saya jalani kehidupan ini. Saya juga menemukan tambatan hati yang sebenarnya bukanlah manusia sempurna, tapi dia sempurna untuk saya. Bersamanya, saya jalani kehidupan ini apa adanya dengan hati yang damai.
Saya berharap kamu tidak mudah menyerah dan semoga cerita saya bisa membantu.
Peace and love in solidarity,
Ade GB
Author: gp
Date Posted: 20:35:14 09/12/02 Thu
Pal & Ade GB,
Makasih atas perhatiannya.... saya udah merasa baikan kok. Setelah saya renungkan, saya udah mulai menerima... dan membuat saya menyadari bahwa emang itu semua perjalanan hidup yang harus dijalani.
Walaupun, saya (kadang2) merasa.... bahwa diatas kertas saya lebih segala-galanya... (bukannya ke GRan) tapi emang saya nggak bisa kasih status ! Jadi.... mo diapain lagi..., mungkin lebih baik saya konsentrasi bekerja aja, bukankah hidup harus terus berlanjut ? Bukan jodoh kali ya.....
Yang pasti terima kasih pada kalian berdua yang ikut membesarkan hati saya.
gp
Author: lek's
Date Posted: 22:51:11 09/12/02 Thu
It is a natural desire for your gf for companionship and family. Marriage is the best way to fulfill this natural desire, so just set her free.
Author: UV
Date Posted: 02:43:42 09/13/02 Fri
Dear gp,
It has happened to me many times before I met my loved one yg sekarang. Kenapa? Karena semua mantan saya (belasan deh) adalah straight alias hetero. Because of me, mereka tahu apa itu sayang dg sesama.
Resep saya utk survive:
- Pada saat kita commit jadian nih, siapkan diri kita lahir batin bhw "one day" ada kemungkinan pasangan kita "tersadar" akan tuntutan banyak pihak (termasuk diri dia sendiri) utk menikah.
- Jika dia sdh ketemu yg cocok, kita hrs bantu dia menilai donk baik ngga sih calon dia? Kalau kurang baik, kasih tahu, but being objective aja...
- Kalau ok, siapkan the best farewell utk kalian berdua.
- Abis itu: Leave her alone with her future husband.
Jangan ditengok, ditelpon, ataupun dikunjungi. Menyepilah...mau nangis jejeritan,
mau bungee jumping..terserah,
pokoknya ilangin dulu bete kamu.
- Then, lanjutkan lagi hidup kamu....lihat di sekeliling kamu yg positif, insya Allah ada makhluk cantik yg akan sayangi kamu. It takes time, though...
Cobain deh...sekali pasti sakit, 2x agak sakit, 3x agak kebal, 4x lumayan...n seterusnya...
Keep your faith...pasti ketemu seseorang yg memang diciptakan Tuhan utk menemani hidup kamu. Itu kalau kamu berdoa n memohon lho...
Cheers, uv
Author: gp
Date Posted: 06:19:40 09/13/02 Fri
hi UV,
Ceritera doong ? Kok ampe belasan.... bagi satu kenapa ? (becanda kok, emangnya permen). Mudah-mudahan saya cepat kebal... kayaknya agak sulit juga sih, masalahnya saya agak susah dapat mahkluk cantik yang 'pas'. Kali saya banyak maunya.... he..he... Atau saya harus mengiklankan diri ? Tuh kan berkat kalian, gw udah mulai bisa becanda !
OK, semua saran akan saya jalankan. Kayaknya saya harus ambil cuti sementara dia nikah. Gile nggak sih, sekuat-kuat gw pasti nggak bakalan tahan kalo masih di Jakarta. Rencananya pengen liburan satu minggu... trus kembali ke kesibukan semula, untung lagi banyak kerjaan ! Ada yang mo ikut ?
Makasih juga buat leks dan UV gw tunggu ceriteranya.
gp