Dec 18, 2003
Bagaimana kita tahu wanita yang kita sukai lesbian atau tidak?

Author: Chris

Date Posted: 23:44:42 02/22/02 Fri

 

Aku menyukai seorang wanita. Dia teman dekatku,tetapi selama 1,5 tahun kami berteman aku gak berani ngungkapin perasaan karena takut dia akan menjauh.Lagian dia gak tau klo aku lesbian.

Yang aku mau tanya,gimana kita bisa tau wanita yang kita sukai lesbian atau tidak?jadi aku bisa tau apa yg harus dilakukan.Tolong kasi saran.

 

Author: Yesha

Date Posted: 03:14:26 02/23/02 Sat

 

been there done that....

lo mo ngungkapin perasaan lo juga buat apa?

selama lo menikmati kebersamaan dengan dia, kenapa harus serakah untuk melangkah lebih jauh?

lagian, rasanya lo gak akan tau kalo dia lesbian atau gak kecuali dia ngomong langsung. dia sendiri gak tau kalo lo lesbi kan, karena lo gak pernah ngomong.

tapi kata bokap gue nih, isi hati biasanya gampang terbaca dari mata. lo peratiin aja matanya. siapa tau kebaca. dia gak tunanetra kan? tapi jangan terlalu berharap deh.

 

Author: some one

Date Posted: 04:05:22 02/23/02 Sat

 

dear Christ,

 

Mungkin kamu bisa meminjamkan beberap film/vcd biasa dan Lez,terus kamu tanyakan kesan-kesannya satu persatu mengenai film-film tsb,saya rasa dari jawaban/komentarnya kamu bisa menebak sedikit pandangan dia mengenai hub Lez.

 

salam,

some one

 

Author: zeta

Date Posted: 04:20:48 02/24/02 Sun

 

Kayaknya saran dari someone cukup netral dan aman. Kebersamaan terkadang sayang juga bila harus ditebus dengan kejujuran. Berpikir strategis gak kejam kok, daripada hasilnya berantakan dan kita justru keilangan semuanya.

 

Bisa juga kamu nunjukin fotokopian literatur tentang lez,terserah dah mo fiksi ato ilmiah. Ajakin diskusi aja.

 

OK !

 

Author: bonnie

Date Posted: 10:20:38 02/24/02 Sun

 

To Christ,

 

Susah ya jatuh hati dengan seorang perempuan yang kita ngga tahu orientasi seksualnya? Lebih susah lagi ternyata orang tersebut sahabat baik kita...dan dia tidak tahu orientasi seksual kita. Tapi rasanya itu pengalaman yang cukup wajar bagi kita sebagai seorang lesbian, dan memang menjadi isu yang cukup kritis pada saat proses pencarian jati diri kita.

 

Kalau boleh urun pendapat, menurut saya ada beberapa isunya:

1. Coming out sama sahabat

2. Menilai "rasa" diantara kalian berdua

 

Coming out punya manfaat dan resiko. Manfaatnya menimbulkan kelegaan yang luar biasa setelah dapat mengungkapkan rahasia terbesar kita kepada orang yang kita anggap dekat dengan kita. Menghilangkan rasa bersalah karena merasa seperti membohongi orang terdekat kita tentang siapa kita sebenarnya. Resiko yang biasanya dirasa paling berat adalah penolakan, apapun alasannya. Karena tidak dapat menerima (kecewa) atau karena takut (tidak memahami homoseksualitas). Dan apapun bentuk penolakannya pasti menimbulkan kekecewaan atau ekstrimnya memicu kekerasan (tidak semata kekerasan fisik lho) dan lain lain.

 

Menilai Rasa diantara kalian berdua

Penyembunyian identitas seksual atau adanya rasa bersalah ditambah tekanan2 lain (kesepian, perasaan ditinggalkan dll) adakalanya mengaburkan perasaan kita terhadap sahabat terdekat kita. Dengan begitu banyak kesamaan, rahasia yang terbagi, kebersamaan yang menyenangkan kadangkala membuat kita tergelincir untuk agak berlebihan menilai rasa sayang kita terhadap sahabat kita. Tentu saja kita menyayanginya, she is my best friend. Tapi apakah perasaan sayang itu lebih dari sekedar sahabat? Rasanya perlu mengkaji lebih jauh sebelum perasaan itu mendorong kita melakukan coming out yang tidak dipersiapkan dengan baik atau mengalami kekecewaan yang kita tidak duga.

 

Jawabannya bisa jadi benar atau bisa jadi salah bahwa kita memang benar jatuh hati kepadanya. Tentu saja kita lebih tahu, karena kita adalah sahabatnya. Tapi alangkah baiknya berfikir ulang untuk (paling tidak) bersiap diri akan resiko terburuk dan tidak merasa kecewa tanpa mengetahui sebabnya.

 

Anyway, good luck! Semoga segalanya dapat berjalan baik.

 

Salam,

Bonnie

 

Author: nara

Date Posted: 03:34:07 02/25/02 Mon

 

hala-hala...ini nara,lam kenal ya!!

kok mirip bgt ama pengalaman gwa ya?

hala-hala...

gwa juga bingung bgt gimana cara ngomonginnya, trus karena dia juga orientasinya gak jelas, ya gw kira dia bakal samalah kayak gw..

dan salahnya gw, karena udah kalap mata, gw terlalu banyak berharap ama doski,dan ternyata pas dipancing, dia anti bgt ama yg kayak ginian..gila..gw ancur ati bgt waktu itu, gw udah bela2in smuanya, ampe pernah donk diusir dari rumah...

tapi skarang pun walopun gw tau gak akan mungkinlah qt bersatu, gw masih sayaaan bgt ama dia, masih ahhh...kadang berharap..lu 1,5 taun..gw 1 taun..mirip bgt....


Posted at 10:51 pm by ILF-Voy6346
Comments (13)  

Dari Jatidiri...ke wacana teologis dan pengetahuan

Author: Mpun

Date Posted: 01:48:22 07/09/02 Tue

 

Dari artikel Jatidiri, peran, dan hubungan L didunia ragam, telah berkembang diskusi seputar akar teologis dan wacana pengetahuan. Artikel Jatidiri dan peran itu sendiri ditulis sebagai sumbangan pikiran untuk meningkatkan kualitas hidup L sebagai minoritas dan hubungannya dengan dunia ragam.

 

Mudah-mudahan tulisan berikut ini yang diambil dari diskusi tersebut dan refleksi penulis sendiri dapat menggarisbawahi pokok permasalahan dan mengurangi hambatan psikologis antara L dan mayoritas.

 

L didunia ragam.

Menyimak dari diskusi tersebut nyatalah bahwa kebanyakan partisipan menerima keberadaan malah bersimpati atau berempati dengan perjuangan minoritas L dalam keberadaannya sendiri maupun dalam keluarga dan masyarakat. Penerimaan dan empati ini adalah modal yang harus dipelihara oleh minoritas L untuk menyikapi langkah-langkah selanjutnya dalam semangat kebersamaan. Sebaliknya bagi yang mayoritas hetero ini adalah sikap progresif yang patut diberi acungan jempol atau angkat topi. Dan saya yakin kedua pihak bisa saling belajar.

 

Sekedar mengingatkan, seperti yang telah sering diingatkan oleh kawan-kawan di ILF bahwa homosexual atau bisexual sebagai orientasi tidaklah sama dengan dengan aktivitas seksual itu sendiri. Heterosexual , homosexual atau bisexual sama-sama mempunyai kemungkinan untuk melakukan atau tidak melakukan aktivitas seksual tersebut, namun orientasi masing-masing jelas berada dalam nuansa yang berbeda.

 

Akar teologis

Sekali lagi kebanyakan peserta juga menerima keberadaan L sebagai insan spiritual yang

sama-sama berusaha memelihara hak dan kewajiban dalam menjalankan kepercayaannya masing-masing. Inipun juga merupakan modal bagi L untuk mengukuhkan keberadaannya didalam kehidupan beragama secara sendirian dan dimasyarakat.

 

Tentu saja bukannya tidak ada perbedaan persepsi. Berikut dijabarkan oleh Sharon mengenai persepsi mayoritas agamis terhadap L:

 

1. Mayoritas agamis (kontra) ; menganggap homoseksual sebagai penyimpangan dan keberadaan kelompok minoritas tersebut tidak dapat ditolerir. Kelompok ini seringkali menghalalkan kekerasan untuk menghadapi kelompok minoritas.

 

2. Mayoritas agamis (in the middle) ; menganggap homoseksual sebagai penyimpangan namun dapat mentolerir keberadaan kelompok minoritas tersebut dan menentang penggunaan kekerasan dalam menghadapi kelompok minoritas.

 

3. Mayoritas agamis (pro) ; menganggap homoseksual sebagai sesuatu yang wajar dan dapat diterima. Jadi tidak perlu diperdebatkan. Kelompok inilah yang pandangannya banyak dijadikan acuan oleh kelompok minoritas

 

Mudah-mudahan dalam kenyataan dilapangan, kelompok L dan kelompok moderat sama-sama menentang apabila terjadi kekerasan dan diskriminasi terhadap minoritas.

 

Dosa?

Selain itu ada perbedaan wacana dosa atas homosexuality. Mudah dimengerti bahwa kaum mayoritas menganggap ini dosa. Jangankan mengenai homosexuality, selain itu banyak sekali hal-hal lain yang oleh pemikiran yang lebih liberal dianggap wajar-wajar saja dianggap berdosa oleh yang lebih konservatif. Juga karena teks kitab suci sepanjang masa mempunyai perbedaan penafsiran. Penafsiran yang sifatnya liberal, apalagi mengenai homosexual, dalam wacana agama Islam maupun Kristen memang dinilai pada saat ini politically incorrect, tapi bukannya tidak sedang mengalami perubahan, dan bukannya tidak ada dasarnya.

 

Golongan L menganggap bahwa orientasi L itu bukan dosa. Yang termasuk dosa adalah kinky sex seperti praktek atau aktivitas homosexual yang dilakukan oleh siapapun yang berdasarkan nafsu semata, kesewenang-wenangan dan dalam ketiadaan komitmen.

 

Misalkan saja untuk kemudahan diskusi, L menganggap golongannya adalah ciptaan Tuhan yang unik dan minoritas, dilain pihak golongan mayoritas menganggapnya sebagai ciptaan yang “defect” atau abnormal. Dari sini timbul persepsi dengan dasar keadilan bahwa Tuhan yang Maha Adil tidak melabel perbedaan atau kekurangan itu sebagai “dosa” (seperti dosa yang diakibatkan dari misalnya hawa nafsu atau kinky sex). Lebih jauh lagi ada persepsi bahwa Tuhan yang Maha Pengasih mengijinkan hamba yang minoritas atau yang mempunyai kekurangan fisik ini untuk mendapat hak dan kewajiban yang sama dengan yang lain-lainnya.

 

Dari sudut pandang L , yang mempunyai jatidiri dan integritas yang utuh, yang menilai bahwa orientasi L-nya adalah bukan nafsu atau bisikan setan, dapat dipahami bahwa keinginannya untuk mencapai keridhaan Tuhan dengan kata lain “bebas dosa” adalah keinginan yang sangat wajar sesuai naluri keilahiannya.

 

Khusus untuk golongan L sekali lagi saya menganjurkan untuk selalu meningkatkan disiplin agama dan spiritual yang dipenuhi cinta dan hikmah. Memang mudah untuk sekedar berkata, tapi inilah usaha yang terbaik. Mudah-mudahan anda mendapat yang terbaik.

 

 

Wacana pengetahuan.

 

Sdr SYB, Sharon, dkk sudah mengemukakan argumen yang bagus dari sudut pandang sosiologi dan biologi. Saya yakin argumen yang sama bagusnya dari pihak yang berseberangan juga ada karena ada pendapat bahwa homosexuality adalah genetically predetermined (saya yakin Ade punya koleksinya….btw kutipan SYB sepertinya dari milis Isnet ya..)

 

Saya awam dalam molecular biology jadi dengan sendirinya melemahkan argumen saya berikut ini, tapi tetap ingin berkomentar sejauh yang saya tahu. Perkembangan molecular biology dalam gene mapping walaupun sedang maju pesat tapi masih jauh dari kelengkapan dan uji-coba, dan belum semua gene bisa dimengerti tentang asal usul dan fungsinya.

 

 

Kita melihat bahwa banyak sekali spesies yang tetap memakai sistem reproduksi yang purba seperti cloning dan hermaphrodite. Proses evolusi manusia dalam perjalanannya ternyata memilih sexual reproduction melalui lelaki-perempuan. Benar sekali, walaupun tidak membicarakan instinct, kemudian sosial dan intelijen yang secara bersamaan terbentuk dari proses evolusi ini, sesungguhnya chromosom lelaki-perempuan secara keseluruhan mengacu pada sistem reproduksi seksual ini.

 

Pertanyannya adalah apakah gene mapping yang masih belum rampung ini bisa menjamin bahwa sama sekali tidak mungkin ada gene purba yang terikutsertakan dalam proses evolusi dulu sampai sekarang?

 

Kalau sudah ada gene mapping yang lengkap dan teruji apakah kemudian homosexuality bisa “dibetulkan” secara genetika?

 

Kalau diteruskan lagi, apakah nanti memang ada kemauan untuk “mengkoreksi” kesalahan genetika itu ditengah dunia mayoritas sedang menuju kearah “genderless”?. Bagaimana dengan dampak yang mungkin terlihat dari cloning itu sendiri pada seksualitas?

 

 

Ini semua pertanyaan yang akan terjawab dengan sendirinya sesuai perkembangan wacana ilmu pengetahuan termasuk biologi, psikologi dan sosiologi. Belum lagi dikaitkan dengan penafsiran kitab suci, dan perkembangan sosial politik. 50 tahun? 100 tahun? Berabad-abad lagi? Siapa tahu, tapi kesanalah arahnya.

 

Sementara itu kita semua menjalani kehidupan dan hidup bersama. Mayoritas dan minoritas.

 

 

Salam

Mpun

 

Author: SyB

Date Posted: 02:53:41 07/21/02 Sun

 

Dear all,

 

Jujur saja, setiap saya hendak membuka forum ini, saya sering berdebar-debar. Seperti saat ini. penyebabnya, antara lain saya melihat teman2 homosex sangat pintar2 dalam berargumen sehingga saya khawatir keyakinan saya yang menilai hal itu adalah dilarang Allah STW, jadi luntur.

 

Kedua, kalau saya ternyata berpendapat, saya khawatir kalau pendapat saya adalah asbun belaka, tanpa dalil.

 

Untuk Sdr.Mpun, ya benar, artikel tentang homosex dari sudut biologi/genetika saya ambil dari milis Isnet, sebuah situs yang juga sangat luar biasa. Berikut saya ambilkan juga sebuah hasil penelitian tentang homosex dari sudut Sosiologi, juga diambil dari milis Isnet. Akhir kata, semoga Allah SWT memberi petunjuk pada kita semua. Amiiiin 3x.

 

=========================================================

 

Assalaamu'alaikum wr.wb.

 

 

Sungguh lengkap penjelasan dari akhi Mubariq Ahmad mengenai

Homoseksual/lesbian, dengan didukung oleh penjelasan berlandaskan ilmu genetika. Kalau boleh saya menambahi sedikit keterangan diatas dengan landasan sosiologis (maaf hanya itu yang saya tahu) mungkin bisa menjawab pertanyaan ukhti Mia diposting sebelumnya.

 

Didalam tubuh manusia ada yang namanya psychological preference dan ada behavioral preference. Keduanya saling melengkapi, terutama dalam kebutuhan biologis manusia. 3 tahun yang lalu saya pernah mengetengahkan pertanyaan yang serupa dengan apa yang ditanyakan ukhti Mia di Isnet.

Saya sempat mewancarai beberapa dari mereka yang mempunyai sex orientation terhadap sesama jenis, atau yang kita sebut homo/gay atau lesbi.

 

Hasil wawancara tsb saya postingkan di Isnet, dan alhamdullillah banyak sahabat yang membantu menjelaskan masalah homoseksualitas ini dengan berlandaskan syariah2 Islam.

 

Kembali ke psychological preference dan behavioral preference diatas, menurut beberapa studies (maaf saya lupa studies yang mana, bisa dicek mungkin), mereka2 yang mempunyai kesukaan dengan sesama jenis rata2 tdk mampu mengontrol behavioral preference-nya. Psychological preference menginginkan orang tsb untuk suka dengan sesama jenis, dan apabila behavioral preference-nya juga menghendaki yang sama, maka orang tsb akan hidup sebagaimana perilaku hemoseksual (sex-orientation only). Bila orang tsb mampu mengendalikan behavioral preference-nya maka orang itu akan hidup sebagaimana perilaku heteroseksual.

 

Psychological preference adalah suatu yang tdk bisa dirubah, spt para straight people (non-gay) lebih suka memilih hubungan dengan lain jenis. Sebagaimana dengan gay, psychological preference mereka lebih suka memilih hubungan dengan sesama jenis. Tetapi perilaku seks homoseksual bisa dikontrol dengan behavioral preference itu tadi.

 

Homoseksual bukanlah suatu penyakit, tapi tdk lain hanyalah nafsu. Sebagaimana akhi Mubariq katakan diatas Syetan selalu menyuruh, mempengaruhi manusia untuk melakukan sesuatu yang terlarang. Sudah jelas bahwa Homoseksual adalah haram, tdk bisa ditawar lagi. Dan nafsu untuk melakukan hubungan dengan sesama jenis bisalah dikontrol, sebagaimana kita mengontol nafsu2 lainnya. Tentu saja situasi dan kondisi manusia berada juga mempengaruhi kedua preference tsb, suatu contoh kondisi di penjara, khususnya di US sini, banyak sekali terjadi hubungan sesama jenis sesama inmates (narapidana), dikarenakan tdk adanya benteng moral yang kuat serta kesempatan untuk berhubungan dengan lain jenis.

 

Untuk mempermudah pembahasan, saya ambil contoh orang yang suka korupsi. Si A bekerja dari jabatan paling bawah sampai di atas ( let say 20 years) selalu melakukan korupsi, karena sudah menjadi fardhu 'ain bagi dia dan kerabat di kantornya, spt di negara kita lah :) Psychological preference dia mengatakan bahwa korupsi itu haram, tapi behavioral preference mengatakan boleh, wajib untuk tetap bekerja. Tiba2 Irjenbang mendeteksi kalau si A korupsi, maka mau tidak mau, daripada si A serta keluarganya harus menanggung malu, si A stop korupsi. Apakah si A bisa stop sekaligus? Tentu susah, tergantung metode si A memerangi nafsu korupsi tsb.

 

 

Demikian halnya dengan para homo/lesbi, psychological preference mereka menghendaki untuk melakukan hubungan kelamin dengan sesama jenis, tapi ada ayat dari Allah yang mengharamkan perbuatan tsb. Mau tdk mau, tdk bisa ditawar lagi, mereka harus meninggalkan perbuatan haram dengan cara

mengontrol nafsu mereka. Dan sudah jelas kalau homoseksual mampu menghasilkan anak sebagaimana para heteroseksual.

 

Sebagaimana orang yang biasa korupsi, homoseksual juga susah mengontrol nafsu mereka. Nah disinilah perlu bantuan brothers and sisters. Janganlah kita menjauhi serta mencaci maki orang2 yang sudah jelas2 atau agak homo ini, apalagi mereka yang ingin berusaha mengontrol nafsu haram tsb.

Diperlukan toleransi serta usaha. Toleransi bukan dalam hal perbuatan tsb, melaikan dengan pelakunya. Yang buruk adalah kelakuannya,sedangkan yang melakukannya adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa.

 

Dan juga diperlukan suatu environment dimana segala kegiatan homoseksual tak tersedia, spt tempat2 prostitusi (taman lawang di jkt), medis yang yang bersedia menggantikan kelamin, serta perbaikan sistem di penjara2.

Memang butuh suatu usaha yang menyeluruh, dan jangan biarkan mereka2 yang homo/lesbi terus terjerumus dalam kemaksiatan yang nyata.

 

Sesungguhnya segala kesalahan itu datang dari saya, sebagai manusia yang lemah, dan segala kebenaran itu datang dari Allah swt.

 

 

Wass.

Mohammad Najib

 

Author: SyB

Date Posted: 03:42:17 07/21/02 Sun

 

Dear all,

 

Saya merasa tidak enak dengan kalimat pembuka saya di pesan sebelumnya. Karena itu, jika menyinggung siapa pun, tolong maafkan saya.

 

O ya, jika sebelumnya saya menyitir sejumlah ayat2 Al Qur'an tentang homoseks, berikut saya kutipkan juga sebuah ayat dari Injil yang berkaitan dengan hal itu. Tentunya teman2 Nasrani lebih mengetahuinya. ================================================

 

"Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

 

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, ...

 

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka (dalam sodomi dan lesbianisme).

 

Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

 

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan (laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan), sebab istri-istri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tidak wajar.

 

Demikian juga dengan suami-suami, meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, ... "

 

(Injil - Roma 1: 22-27)

 

Author: SyB

Date Posted: 04:22:26 07/21/02 Sun

 

Dear all,

 

sori, borongan :D :D

Sdr Mpun dengan kecerdasan dan kesabarannya telah membuat resume diskusi kita selama ini. Di dalamnya Sdr Mpun berusaha menyimpulkan dengan menambahi ide barunya.

 

Sdr.Mpun menulis: Khusus untuk golongan L sekali lagi saya menganjurkan untuk selalu meningkatkan disiplin agama dan spiritual yang dipenuhi cinta dan hikmah. Memang mudah untuk sekedar berkata, tapi inilah usaha yang terbaik. Mudah-mudahan anda mendapat yang terbaik. ---> saya setuju 100%. Tampaknya kembali padaNYA adalah jalan terbaik. Siapa tahu hidayah dan taufik Allah SWT tercurah pada kita, seperti ketika Allah SWT memberi curahan hidayah pada Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhamamd SAW.

 

Namun saya kurang setuju pada pendapat tentang ilmu pengetahuan yang dilontarkan Sdr Mpun yaitu tentang teori evolusi. Menurut pengetahuan saya, teori evolusi sudah terbantahkan alias sudah runtuh.

 

Dalam bukunya yang membeberkan teori evolusi itu (the Origin of Species (?)), dalam salah satu bab-nya, Darwin mengaku bahwa sulit membuktikan adanya "missink link", ide yang dimunculkannya sendiri, misalnya dalam kasus evolusi kera menjadi manusia.

 

Penemuan2 fosil di abad ini menunjukkan bahwa ada sejenis ikan purba yang hidup jutaan tahun lalu punya struktur yang sama dengan ikan sejenis yang ditemukan saat ini. Artinya, sejak dulu Kera tidak pernah menjelma menjadi manusia. atau ikan paus berubah menjadi domba. Manusia sejak kali pertama ya manusia, sedang ikan paus sejak dulu ya ikan paus. Domba ya domba. Dia tidak berevolusi dari sesuatu makhluk jenis lain.

 

Kesimpulannya, manusia tidak punya gen purba. Gen manusia sejak dulu ya gitu2 saja.

 

Demikian pendapat saya. Semoga Allah SWT merahmati. Amiin.

 

SyB

 

Author: Bonnie

Date Posted: 08:25:59 07/21/02 Sun

 

.......saling mencemarkan tubuh mereka (dalam sodomi dan lesbianisme)....

 

....(laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan)...

 

Kok dalam tanda kurung? Begitu tulisan aslinya atau penafsirannya?

 

 

Salam,

Bonnie

 

Author: gue hetero

Date Posted: 02:46:19 07/26/02 Fri

 

udah deh Syb,

Percuma aja eloe nyitir-nyitir ayat dari kitab suci. Percuma, sekali lagi percuma gua bilangin. Eloe liat aja reaksi si Bonnie, yang alergi kayak gitu.

 

Tapi, bisa gak eloe bantuin si Bonnie and the genk nemuin ayat-ayat nyang mendukung keberadaan mereka biar mereka pada senang hatinya.

 

gue hetero

 

Author: Mpun

Date Posted: 19:23:37 07/28/02 Sun

 

>udah deh Syb,

>Percuma aja eloe nyitir-nyitir ayat dari kitab suci.

>Percuma, sekali lagi percuma gua bilangin. Eloe liat

>aja reaksi si Bonnie, yang alergi kayak gitu.

 

--->Saya pikir pertanyaan Bonnie valid dan menunggu jawaban.

 

>Tapi, bisa gak eloe bantuin si Bonnie and the genk

>nemuin ayat-ayat nyang mendukung keberadaan mereka

>biar mereka pada senang hatinya.

 

---->Itu juga niat baik apalagi kalau memenuhi kaidah pentafsiran.

 

Salam

Mpun

 

Author: Mpun

Date Posted: 23:25:26 07/21/02 Sun

 

Hi SBY, terimakasih atas komentar dan referensinya...:-)

 

Mudah-mudahan bukan soal pinter berargumen, tapi karena kebanyakan rekan L memang memahami dunianya dan isu-isu yang berhubungan dengan dunianya. Agumen berikut mudah-mudahan tidak terlalu membosankan.

 

Ehem, mengenai evolusi. Wah, tadinya saya menduga mengikutsertakan evolusi ini, yang mau tidak mau memang langsung berkenaan dengan wacana ini, akan mengundang reaksi tersendiri. Tapi ya tidak apa-apa, baguslah biar sekalian.

 

Masyarakat luas relatif memang belum menerima evolusi dengan cara menolaknya maupun cuek saja. Siapa peduli dengan nenek moyang ataupun manusia yang akan datang?

 

Namun paling tidak secara akademis, teori evolusi yang sedang berkembang dan terus disempurnakan ini mendominasi wacana pemikiran dan disemarakkan dengan turunannya molekular biologi sebagai disiplin terapan. Dilain psychologi juga mulai mengadaptasi evolusi dan biologi ini melalui disiplin evolutionary psychology.

 

Inilah kira-kira arahan masa depan, molekular biology dan evolutionary psychology, yang akan mempengaruhi cara kita berpikir dimasa depan.

 

Jadi mengingatkan kita dengan anggapan manusia kuno bahwa matahari dan planet yang bergerak mengeliling kita dan bahwa bumi itu datar.

 

Kebanyakan kaum agamis (terutama didunia muslim) kebanyakan mungkin tidak menentang wacana evolusi, seperti juga terhadap wacana ilmiah lainnya. Tapi suaranya nyaris tak terdengar. Jadi seolah-olah pihak secular-atheis saja yang menyuarakan wacana ini.

 

Sebaliknya pihak evangelis (fundamentalis Kristen) di AS membangun serangan yang sistematis dan cukup canggih dengan mengetengahkan teori Penciptaan. Canggih maksudnya dari cara yang sistematis, pendanaan dan bahkan dukungan di dunia pendidikan dan politik. Sedangkan bukti empiris dan wacana keilmiahan jelas tidak memadai (artinya tidak mengikuti kaidah ilmiah). Pendeknya mereka mengandalkan semangat keagamaan yang sayangnya melulu berdasarkan tafsir kitab suci yang literal.

 

Secara historis dunia muslim biasanya damai-damai saja dengan wacana ilmiah. Tapi repotnya ternyata sebagian muslim ikut-ikutan fundamentalis Kristen ini. Misalnya organisasi Harun Yahya di Turki (memang ada kepentingan politis sendiri), yang mengadakan konferensi bersama dengan yayasan Kristen Amerika dalam mencoba "meruntuhkan" 250 tahun prinsip evolusi dan mengetengahkan teori Penciptaan yang berdasarkan tafsiran kitab suci. Teori Harun Yahya ini pada dasarnya diadaptasi dari teori usang Old Earth dari pihak Kristen, tapi memang berbeda lantaran rujukan dari kitab suci masing-masing. Argumen Harun Yahya bahkan dianggap keteteran dan rada "curang" dalam berdebat.

 


Posted at 10:46 pm by ILF-Voy6346
Comments (6)  

PARENTS

Author: tahanan rumah

Date Posted: 00:50:53 02/12/02 Tue

 

anakmu bukan milikmu

mereka putra-putri sang hidup yang rindu pada diri sendiri

lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau

mereka ada padamu, tapi bukan hakmu

 

berikan mereka kasih sayangmu

tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu

sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri

patut kau berikan rumah untuk raganya

tapi tidak untuk jiwanya

sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan

yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam impian

kau boleh berusaha menyerupai mereka

namun jangan membuat mereka menyerupaimu

sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur

pun tidak tenggelam di masa lampau

...

(kahlil gibran)

 

bang kahlil harus ngobrol neh ama "sipir" rumah gue!

 

curhat donk...

bukannya gak bsyukur punya bonyok yang begitu sayang sama anaknya, tapi kalo begini caranyaa... akika merasa terkekang, bingung, dan...

sepertinya sebagian besar parents begitu ya? so protektif thd anaknya... begitu takut anaknya "terjerumus", sampe dijagain 24 hrs!

Padahal usia kita kan bukan balita! akika juga udah bisa pikir bgmn berteman, sama sapa, gak perlu diatur-atur, bt!

mereka begitu takut anaknya salah bgaul dan jadi "rusak"... (maenan kali rusak) padahal menurut akika ya, semua itu tgantung anaknya, kalo emang niat rusak ya rusak, meski udah bgaul ama malaikat juga gak ngepek... dan sebaliknya!

 

parents selalu bpikir ini ato itu yg terbaik buat kita, dan kita harus hidup sesuai "definisi" mereka mengenai kehidupan yang baik. padahal akika kan punya definisi sendiri...

why they never... for once, just look into my eyes and see whether i am happy or not...

for them... what people said, what others said, what they think.. is the only thing right! and how do i feel is not worth at all... :(

 

beginilah nasib anak bukan kost, jadi tahanan rumaaahh...

 

gue kagum tuh ama nyokapnya "designer itu", dia gak pernah merendahkan anaknya, dia malah mendukung dan sayang apa adanya... membiarkan anak2nya menjadi diri sendiri... menjalani dan mempertanggungjawabkan pilihan mereka sendiri...

ada gak sih parents yang bisa dengan tulus mengatakan pada anaknya... do what u believe, and no matter u win or lose, we're always here for u...

sebagian besar parents kayaknya terlaluu... gimana ya, mereka cenderung berkata... kamu gak boleh begini begitu, thats not right... babe/nyak malu sama tetangga... kalo kamu begini terus, kami bisa cepet mati... :(

atau dengan bahasa yang halus... do what u believe, which is we (parent) believe!

 

sedih deh jadi anak!

:(

 

 

Author: kingkong

Date Posted: 02:13:08 02/12/02 Tue

 

Sedih jadi anak?

Nanti dulu. Jangan terburu2 menyatakan sesuatu. Menjadi seorang anak bukan sesuatu yang menyedihkan. Tanpa mereka, kita tak ada. Tanpa mereka, kita tak kenal dunia. Dan secara tidak langsung, tanpa mereka mungkin kita tidak menjadi diri kita seperti saat ini.

 

Pengekangan orang tua memang menjadi kendala. Semua anak di dunia pasti mengalaminya walaupun waktu yang membedakan. Pengekangan harus dirasa sebagai tanda kasih sayang mereka walaupun itu diberikan dengan sesuatu yang dirasa membebani dan membatasi kita. Salahkah itu?? Tidak juga. Siapa sih orang tua yang ingin anaknya tidak berhasil di kehidupannya? Semua menginginkan yang terbaik, hanya kadar perhatian masing2 akan berbeda.

 

Di masa kita masih muda dan penuh dengan gejolak jiwa, pembatasan itu dirasakan sebagai sesuatu yang mengekang, yang harus didobrak bahkan dengan menyakiti orang tua kita. Tapi sadarlah kawan, ada masa dimana orang tua akan mengerti kita, memberikan kebebasan bagi kita untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang kita mau. Tentu saja suatu kebebasan yang masih harus dapat kita pertanggungjawabkan. Ada masanya orang tua hanya tinggal melihat dari jauh dan akan menjewer kita kalo kita salah.

 

Sadar atau tidak sadar, pengekangan mengakibatkan rasa ingin lari dari kasih sayang orang tua. Berbahagialah kita yang masih memiliki orang tua walaupun kerasnya kekangan yang mereka berikan. Yakinlah bahwa kebebasan itu pasti akan ada.. Dari sini, kesabaran seorang anak akan diminta. Ingatkah kita bagaimana kesabaran orang tua telah membesarkan kita?

 

Author: zeta

Date Posted: 21:15:43 02/12/02 Tue

 

setuju ama kingkong. boleh kan ? nanti juga kebebasan datang kok. sabar..saya juga ngalamin kok masalah larang-larangan sama orang tua. dan kebetulan komunikasi antara kita nggak begitu lancar, walau gak bisa dibilang gak ada. jadi ya kalo emang saling pengertian antara anak dan ortu udah sangat sulit, ya upayakan sebisanya aja. selebihnya konsentrasi sama hal2 yang kamu inginkan. carilah jalan yang paling luwes untuk mewujudkan itu.

 

 

Author: tr1n

Date Posted: 05:19:27 02/13/02 Wed

 

the soup is too salty...

ciaatt..!!

 

eh, lho... oops, salah sambung... tulalit..

 

Author: kingkong

Date Posted: 05:22:09 02/13/02 Wed

 

kenapa loe tr1n?

 

Author: tr1n

Date Posted: 21:16:34 02/13/02 Wed

 

>kenapa loe tr1n?

 

itu iklan nnkoong! gak funkee deh!

 

Author: Kikyweed

Date Posted: 19:30:52 02/13/02 Wed

 

dear Tahanan Rumah sayangku,

 

well..well..well.. jangan keburu sedih jadi anak. menurut saya, Kahlil Gibran mengatakan yang benar. sebab dalam kehidupan nyata, itulah yang terjadi. anyway saya ingin memberi sedikit penjelasan. mudah-mudahan tidak membosankan utk dibaca.

 

1. siapa yang pertama kali kau kenal dalam hidup ini? ibu. your lovely mother. kenapa? 9 bulan dalam rahim mom, lalu keluar, dimandikan, dan disusui. siapa yang seterusnya merawatmu sekeluarnya dari hospital? mom. ayah kemana? ke kantor. kerja, cari uang. siapa yang take care of you 24 hours? mom. lagi-lagi jawabannya 'ibu'. kasih sayang berawal dari orang terdekat kita. am i right? baru setelah itu, kita mengenal nenek, kakek, paman, bibi, etc. itulah kenapa secara teori, orang tua ingin anaknya menjadi anak baik yang berbakti pada orang tua, agama, nusa dan bangsa. inilah yang menjadi alasan kenapa mrk selalu marah-marah liat anaknya lesbian. "Heh! yang bener lu jadi anak! bisa-bisa gue dilemparin tai ama tetangga!" gitu kan contoh amarah yang nggak enak? sebab saya pernah digitukan oleh salah seorang my relative di jkt. and, i left them all.

 

2. nah, apa sih yang menjadi pedoman utk berbakti? agama, adat, dan budaya. islam mengacu ke al qur'an. kristen ke injil. orang jawa menganut kromo inggil. juga yang lain. karena agama sebagai patokan, dan lesbian tidak ada dalam kitab mana pun yang mengijinkan, makanya dianggap sangat tabu. sedangkan lesbian sendiri tidak punya kitab suci. sungguh sedih. kita harus berbakti pada ortu, agama, nusa, dan bangsa dengan berpatokan pada kitab suci masing-masing. satu hal yang amat bertolak belakang. sekali lagi karena kita orang timur dengan budaya yang kental dan hidup berpatokan pada agama, menjadikan segala sesuatunya bagi lesbian sangat sulit. ambillah contoh di jepang. tahukah anda gimana lesbian disana? yang saya lihat, mrk sangat ketakutan. sangat takut! melebihi lesbian jakarta, yang masih berani menonjolkan diri. di jepang, mrk harus out of town, menyewa guesthouse yang terpencil utk pacaran. boro-boro jalan berdua ke mall. no way di jepang! jadi, nggak usah kecil hati. masih ada komunitas lesbian yang lebih kesiksa dari indonesia. then, apa hubungannya ?

 

3. ada hubungannya. sangat erat. yaitu : eastern is different from western. kita hidup di indonesia, yang adat timurnya sangat kental bahkan pekat. LOL! apa sih yang bilang adat ketimuran itu? contoh sangat kecil : hormat pada orang tua. lalu apa bedanya dgn western? western sangat menghargai kebebasan individu. apalagi jika sang anak sudah berumur 17 tahun {makanya ada istilah sweet seventeen kan? sebetulnya kita orang timur nyontek dari western style}. western bilang, umur 17 itu sudah gede. sudah lulus high school, bisa cari uang sendiri, bisa rent a house, sdh boleh married, etc. itu western style. but gimana dgn eastern? no way! selama kita {especially females} masih dikatakan anak perempuan yang belum nikah, berapapun umurnya, adat mengatakan ortu atau kakak laki-laki tertua harus bertanggung jawab terhadap si perempuan yang belum nikah ini. so, beda kan? ini hanya contoh kecil perbedaan eastern dan western style of livin. sedikit contoh lagi, western bisa menyapa ortu dengan 'you'. but kita? yang ada digampar deh gue! heheehehe.... harus menyebut 'Papa' or 'Mama'. am i right? percayakah bahwa dalam prakteknya, western is more eastern? orang sini kebanyakan basa-basi. lihatlah western. sekali dia say no, maka saklek akan menutup pintu. or whateverlah bentuknya. gimana eastern? mau bilang 'enggak' aja, busyet! lama banget! heheheehe..... sama dengan orang tua kita. jarang di budaya kita yang akan mengatakan, silakan jadilah dirimu sendiri. seandainya ada, berbanggalah sang anak yang punya ortu yang sudah open-minded.

 

4. karakter individu {dalam hal ini orang tua} yang berbeda. well, perbedaan pandangan, prinsip, or whatever it is, membuat sesuatunya jadi beragam dan berbeda. contoh simpel, tetangga sebelah kita, tentu berbeda jika membuat sup ayam. misalnya bik ijah (my maid) yang membuat sup ayam memakai bumbu ala India yang mengandung rempah banyak. belum tentu tetangga sebelah suka. nah, sama dengan para orang tua. kenapa bisa berbeda? wawasan, pandangan hidup, dan lingkungan sangatlah berpengaruh. bersyukurlah bagi anda yang mempunyai ortu yang sangat menghargai kebebasan individu (dalam hal ini individu anaknya). sebagian kecil masyarakat indonesia, ada kok yang menghargai kebebasan individu! contohnya keluarga designer itu, am i right? also my family. but kita tidak bisa memaksa orang lain utk menganut faham itu. TIDAK BISA! yang ada kita malah fight dan diseret ke kantor polisi. dengan tuduhan memaksakan kehendak. tidak sesuai dengan pasal segini dan segitu. hehehee... gak lucu kan?

 

5.then gimana sih enaknya menghadapi ortu yang udah kayak sipir penjara? SABAR adalah jawab pertama and alternatifnya, menurut saya ada dua:

A.kamu sudah siap 100% come out ke masyarakat sebagai lesbian.

B.bersikap laten (ada, tapi nggak kelihatan. bukan transparan lho! it's different! transparan masih terlihat!).

 

untuk solusi A, bisa dibaca artikel Bonnie. tanyakan segala sesuatu ttg ini ke Bonnie. tahu kan emailnya?

 

untuk yang B, bersikaplah wajar sebagai anak. saya tidak tahu gimana kondisi Ms. Tahanan Rumah, maksudnya, apakah anda masih sekolah/kuliah? jika ya, otomatis, anda masih menjadi tanggung jawab ortu. so, ambillah sikap jangan menyakiti. jadilah anak baik di depan mrk. jangan ambil tindakan yang mencurigakan sedikitpun. belajar dewasa dan berpikir panjang sebelum ambil keputusan, sekecil apapun bentuknya. simpanlah identitas anda serapi mungkin di depan ortu. janga memancing mrk utk berpikir atau bertanya yang tidak-tidak. lakukanlah dengan sikap wajar, biasa, dan nyantai bo'! pasti bisa! {sbg tambahan contoh sikap, bisa dibaca posting saya, jika belum terhapus, dalam artikel 'kalau ketahuan nyokap'. ada di archive 2 atau 3.}

but jika anda sudah bekerja, merasa sdh mandiri, bisa membiayai hidup sendiri, dan tidak lagi bergantung pada ortu, nah silakan! lakukanlah apa yang anda mau. sebab, seorang eastern jika sudah bekerja, orang akan lebih respect. tapi jika setengah kerja dan setengah masih bergantung, ambillah jalan tengah terbaik.

the point is, selama ortu masih pegang kendali terhadap anda, entah itu 50% atau 100%, berhati-hatilah dalam segala tindakan. daripada ngga dapat uang bulanan? gagal ketemu pacar? kan berabe! hehehehee.....!

 

nah, Ms. Tahanan Rumah, semoga tulisan kecil ini dapat membantu.

 

cheers,

Kiky

 

Author: tahanan rumah

Date Posted: 21:13:52 02/13/02 Wed

 

Di masa kita masih muda dan penuh dengan gejolak jiwa, pembatasan itu dirasakan sebagai sesuatu yang mengekang, yang harus didobrak bahkan dengan menyakiti orang tua kita.

i never meant to hurt them... hiks hiks

 

Sadar atau tidak sadar, pengekangan mengakibatkan rasa ingin lari dari kasih sayang orang tua. Berbahagialah kita yang masih memiliki orang tua walaupun kerasnya kekangan yang mereka berikan.

......mmm...

Ingatkah kita bagaimana kesabaran orang tua telah membesarkan kita?

 

okie, kingkong, thanks a lot... mmmaybe u right... akika gak boleh egois ya, hanya mikirin kesenangan pribadi, harusnya akika lebih pengertian ke bonyok...

 

aiih, zeta, bener deh yeii... akika juga gak lancar tuh komunikasinya... bonyok pake bahasa dewa, akika pake bahasa gaul debby hehehe... ya sutralaaa...

 

kikyweed, makasih ya masukannya... i think i m not ready to come out, so B it is!

 

saya tidak tahu gimana kondisi Ms. Tahanan Rumah...

kondisi akika sih masih 120 cm di atas batas normal ehehe pintu air kali!

sebenarnya sejak dulu, bonyok tidak banyak ikut campur dalam kehidupan akika, pokoknya mereka terima laporan tahunan "beres"...

tapi belakangan ini, mereka koq berubah ya, apa-apa diinterogasi, kemana-mana ditanyain, dilarang-larang... akika kalo mau hangout bareng tmn2 "ehem" jadi merasa gak enak, karena sebenernya gak mau bohong ke bonyok, tapi kalo ngasih tau yg jujur pasti dilarang keras!!!

akhirnya akika suka maen kabur-kaburan tanpa pemberitahuan lebih dulu, atau kadang akika diem aja kalo ditanyain, alhasil bonyok jadi khawatir yang macam-macam dan akika sekarang jadi tahanan... begitchuu kiky

tapi dont worry be happy, karena akika punya kunci penjara ehehe jadi sebenernya kalo mau kabur gampang aja ;p

 

yang lebih mengganggu pikiran akika sebenarnya... mmm, karena akika merasa... terkekang dengan aturan2, seperti yang kiky bilang agama, norma-norma... di mana hal itulah yang dijunjung oleh bonyok...

dan akika takut kalo someday, bonyok akan "jatuh" kalau tahu akika belok... padahal akika gak ingin menyakiti hati mereka... well, whatever, akika memang selalu mengecewakan & menyusahkan mereka... hiks hiks mungkin keluarga ini akan lebih baik kalo seandainya dulu akika tidak pernah dilahirkan...

 

ambillah sikap jangan menyakiti. jadilah anak baik di depan mrk. jangan ambil tindakan yang mencurigakan sedikitpun. belajar dewasa dan berpikir panjang sebelum ambil keputusan, sekecil apapun bentuknya. simpanlah identitas anda serapi mungkin di depan ortu. janga memancing mrk utk berpikir atau bertanya yang tidak-tidak.

kiky, thanks for ur advise... bisa gak ya? akika kudu profesional donk actingnya... intinya pengendalian diri ya bo!

 

 

Author: Kikyweed

Date Posted: 21:30:32 02/13/02 Wed

 

dear dd kecil Tahanan Rumah.......;P

 

anytime, sweetheart! im sure u can make it! be a professional!

 

yours,

Kiky

 

Author: tr1n

Date Posted: 21:35:32 02/13/02 Wed

 

eh, nonton film betty la fea deh, rcti jam 5 sore

itu, bokapnya bety lebih protektip lagee... amit-amit!

gue jadi inget ama seseorang... Oh, my god... koq mirip bokap gue ya? hehe kidding..

makanyaaa... kalo kelak jadi ortu, jangan galak2!! dan banyak minum jamu, biar awet muda dan tetep funkee...

 

Author: Bonnie

Date Posted: 21:53:18 02/13/02 Wed

 

Dear Tahanan Rumah,

 

Tentu saja karunia tersendiri hadir didunia ini, dan tentu saja kita berterima kasih terhadap orangtua kita untuk itu.

 

Tentu saja orang tua akan cenderung mengarahkan kita sesuai dengan definisinya, hal tersebut memang sulit dihindarkan karena setiap orang akan belajar (seringkali) melalui pengalaman2 pribadinya. Jika kita memahami hal tersebut saya yakin akan sangat membantu kita untuk memahami jalan pemikiran mereka dan kemudian bisa merancang teknik dan isi pembicaraan kita kepada mereka untuk membuka pikiran mereka.

 

Jangan juga selalu berfikir: ah, susah! orang tua tidak akan mendengarkan. Well, kita punya kepentingan besar disini, dimana kita butuh mereka untuk mendengarkan kita. So, don't easily give up. Orang tua juga hanya manusia biasa, pasti ada cara untuk berbicara dari hati ke hati dengan mereka. Mencoba membuat mereka melihat, menyadari dan mengerti, kita, sebagaimana mereka dulu, sedang berproses dengan diri kita, kita memahami pemikiran mereka, tapi kita menghadapi kondisi dan situasi yang menimbulkan fenomena yang "sangat" berbeda" yang tidak mudah bagi kita untuk memahaminya, apalagi bagi mereka yang tidak mengalaminya.

 

Dan bahwa kita butuh dukungan mereka, karena mereka orang2 yang terdekat dihati kita.

 

Semoga berhasil!,

Salam,

 

Bonnie


Posted at 10:40 pm by ILF-Voy6346
Comments (4)  




Dec 17, 2003
HUBUNGAN SEPASANG LESBIAN

Author: me as a lesbian
Date Posted: 01:47:53 03/17/03 Mon GMT 0700

Sepasang kekasih lesbian bercinta, tidaklah banyak berbeda seperti pasangan kekasih manapun lainnya bercinta. Mulai dari rasa suka, ingin mengenal lebih jauh, sampai jatuh hati, rindu, pikiran yang tidak boleh lepas dari si dia, ingin bersatu, tidak dapat berjauhan lama-lama, rasa cinta yang makin mendalam, ingin melakukan yang lebih dari yang pernah dilakukan, tidak menginginkan perpisahan, menyerahkan apa saja yang dimiliki untuk kekasihnya, dan segala bentuk perasaan ataupun kejadian yang tidak dapat dilupakan.
Namun sepasang kekasih lesbian bukannya tidak pernah merasakan rasa sakit hati, rasa dihianati, rasa cemburu, rasa ingin memiliki yang berlebihan, rasa dipergunankan untuk maksud tertentu, patah hati dan rasa-rasa lainnya yang tidak diharapkan dalam sebuah hubungan.
Semuanya itu pernah menjadi cerita bagi semua pasangan lesbian yang pernah menjalankan hubungan. Akan tetapi apa yang sebenarnya sebagai pasangan lesbian yang sedang atau akan membina sebuah hubungan dan perlu memperhatikan kesemua bentuk kelaian nyata yang ada dibandingkan dengan pasangan-pasangan hetero.
Sebagai seorang lesbian, kita mempunyai keterbebatasan dalam lingkungan pergaulan. Tidak semua lesbian dapat mengungkapkan keadaannya secara umum, akan tetapi mereka lebih banyak untuk menutupi dan merahasiakan siapa dirinya. Lalu dengan keadaan seperti ini, bagaimana kita dapat menemukan, mengenal dan juga sampai menyukai seseorang yang menjadi idam-idaman kita.
Tidak jarang pula kita menjumpai seorang lesbian yang mempunyai hasrat yang begitu besar untuk mendapatkan seseorang yang berarti untuk dirinya dan sanggup untuk melakukan apapun yang terkadang terkesan seperti memaksakan dirinya.
Memang ini selalu menjadi kendala dan masalah yang umum timbul dikalangan orang-orang lesbian.
Bila kita memilih untuk merahasiakan keberadaan kita sebagai seorang lesbian, tentu kita akan lebih terbatas lagi dalam mendapatkan seorang pasangan, sampai pada satu saat kita tahu orang lain tersebut adalah juga seorang lesbian baru kita berani untuk melanjutkan tindakan-tindakan apa yang kita inginkan.
Akan tetapi tindakan gegabah bisa juga mendatangkan musibah di dalam sebuah hubungan, yang terpikir hanya mengingkan seorang pasangan, tanpa memikirkan bagaimana karakter, sifat, cara pemikiran serta kesesuaian yang ada antara diri kita dengan orang tersebut.
Lalu bagaimana dan apa yang perlu kita lakukan? Kita perlu yakin akan diri kita sendiri, bentuk hubungan seperti apa yang kita inginkan dengan pasangan kita, dari hubungan tersebut apa yang ingin kita lanjutkan, serta apa yang menjadi harapan serta keinginan dari pasangan dan apa yang dapat kita berikan kepada pasangan kita.
Bentuk sebuah hubungan dapat berbeda-beda, karena jenis lesbianpun banyak yang berbeda, ini semua terpulang dari diri kita jenis yang mana yang kita rasakan lebih nyaman. Jangan terlalu memaksakan kehendak dan merasa dipaksa oleh pihak ke dua. Apa bila kita sudah mendapatkan jenis lesbian yang sesuai dan juga merasakan bisa saling menerima keadaan masing-masing secara luas. Kita perlu mengadakan komunikasi-komunikasi lebih terperinci. Kita perlu mengetahui apa yang dirasa dan apa yang dipikirkan oleh pasangan kita selama kita menjalan hubungan dengannya.
Masalah kebanyakan tidak hanya sekedar antara dua orang lesbian yang sedang dilanda cinta. Banyak bagian lainnya yang terkadang menjadi penghalang dan penghambat. Antara lain, tidak keleluasaan melangsungkan hubungan tersebut, karena masing-masing menjaga supaya tidak diketahui keadaan mereka sebagai lesbian, dan juga tidak ingin diketahui bahwa mereka adalah pasangan kekasih yang sesungguhnya.
Keadaan seperti ini menjadi cobaan berat untuk pasangan-pasangan lesbian, belum lagi banyaknya tuntutan-tuntutan dari pihak keluarga, kawan, dan sebagainya.
Tidak sedikit seorang lesbian dituntut untuk membina rumah tangga dengan seorang lelaki karena pihak keluarga memang menghendaki seperti itu. Namun menjadi beban yang sangat berat untuk mengatakan pada keluarga, "Saya ini lesbian, saya tidak dapat menikah dengan lelaki, saya ingin hidup bersama dengan kekasih saya yang juga seorang perempuan" sanggupkan kita utarakan ini semua kepada keluarga? Memang berat dan tidak mudah.
Tabah, sepertinya kita harus bisa lebih tabah menjalankan dan menerima kodrat kita sebagai seorang lesbian. Akan tetapi bukanlah hal yang mustahil seorang lesbian tidak dapat mendapatkan kebahagian dalam membina sebuah hubungan. Bukanlah hal yang mustahil seorang lesbian tidak dapat menemukan pasangan ideal mereka. Bukanlah mustahil seorang lesbian tidak dapat melangsungkan hubungan kekal dengan pasangannya.
Usahakanlah untuk lebih mengenal diri kita masing-masing sehingga kita dapat lebih mudah untuk mengenal diri pasangan kita. Usahakanlah untuk dapat lebih matang dalam menghadapi segala bentuk benturan, halangan, rintangan maupun hujatan sekaligus.
Kedewasan dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan sangat mempengaruhi hubungan tersebut. Banyaklah bertanya apa yang kita inginkan atas diri kita ini sebagai seorang lesbian? Apa yang akan kita lakukan dalam hidup kita ini setelah kita menerima diri kita sebagai seorang lesbian? Bagaimana caranya kita menjalankan kehidupan sebagai seorang lesbian? Pasangan seperti apa yang kita inginkan bila kita membina sebuah hubungan? Bentuk hubungan yang bagaimana yang sesuai dengan kehidupan kita?
Mungkin akan lebih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lainnya yang dapat timbul setelah kita lebih mengenal diri kita dan pasangan kita.
Kebahagiaan akan kita dapati bila pada saat yang tepat kita dapat menjalankan ini semua sesuai dengan gambaran kita sendiri. Kita dapat lebih baik mencegah segala bentuk-bentuk kejadian yang tidak kita harapkan. Kita dapat lebih baik mengendalikan segala hambatan serta kendala.
Sangat diperlukan untuk menyadari semua ini sebelum keadaan yang tidak diinginkan menjadi hambatan dalam kehidupan kita semua sebagai seorang lesbian.

Author: thalina
Date Posted: 23:36:19 03/19/03 Wed GMT 0700

jangan ber kecil hati yahai kaum lesbooo! kita harus tegar dan bisa berpikir luas seperti "mereka" yang memplopori dirinya Normal! kita pun bisa berpikir luas dan ber prestasi, ini hanya masalah perasaan!@ tidak sedikit dari kaum kita yang menjadi orang sukses

Author: Maxell
Date Posted: 02:16:55 04/13/03 Sun GMT 0700

Dear me as a Lesbian,

Saya setuju sekali dengan pandangan anda. Membina hubungan dengan sesama jenis memiliki permasalahan yang sama dengan membina hubungan dengan yang berlainan jenis. Keduanya melibatkan hubungan antara dua orang dengan dua kepala dan dua hati. Kepala dan hati kedua orang ini tentu memiliki isi yang berbeda, karena naskah hidup yang berbeda yang dijalankan sebelum keduanya bertemu dan saling jatuh cinta. Membina hubungan melibatkan usaha untuk mencoba mengerti kepala dan hati pasangannya, tetapi hal ini menjadi lebih sulit jika kepala dan hatinya sendiri tidak dimengerti dengan baik. Berusaha mengerti dan mengenal diri sendiri adalah suatu usaha yang tidak pernah sia-sia dalam mempersiapkan diri untuk membina suatu hubungan. Menghargai diri sendiri adalah suatu usaha yang tidak ternilai harganya dan sangat membantu dalam membina suatu hubungan. Jika tidak mengerti, mengenal dan menghargai diri sendiri maka tentu sulit untuk mengerti, mengenal dan menghargai pasangan.

Mengerti, mengenal dan menghargai diri sendiri dan pasangan melibatkan tindakan memberi dan menerima. Kebanyakan manusia dapat menjadi pihak yang memberi tetapi sangat sulit untuk menjadi pihak yang menerima. Memberi dan menerima dengan tulus dan ikhlas sangat diperlukan dalam suatu hubungan. Pemberian yang tulus dan ikhlas menjamin tidak disertai maksud-maksud lain dibalik pemberiannya sehingga tidak akan diungkit di kemudian hari. Menerima dengan tulus dan ikhlas akan menimbulkan perasaan diperhatikan dan disayangi tanpa diikuti perasaan-perasaan buruk lainnya. Menerima karakter dan kebiasaan serta pola pikir pasangan bukan suatu hal yang mudah, tetapi juga bukan hal yang mudah untuk pasangan menerima karakter dan kebiasaan serta pola pikir kita. Kesanggupan menerima dan memberi antara kedua orang yang membina hubungan harus seimbang dan adil sehingga salah satu tidak merasa telah memberi atau menerima lebih banyak dari pihak yang lainnya. Memberi dan menerima juga melibatkan komunikasi yang baik diantara dua belah pihak yang berhubungan. Menyampaikan suatu keinginan dan harapan kepada pasangan sehingga dapat diterima seperti yang dimaksudkan bukan suatu hal yang mudah, demikian pula sebaliknya. Komunikasi merupakan hal yang penting untuk menyatakan perasaan dan pikiran yang ingin diungkapkan. Tetapi mengungkapkan perasaan dan pikiran juga harus dimengerti pihak lain bukan hanya diri sendiri. Seringkali diri merasa orang lain sudah mengerti apa yang dimaksudkan, padahal belum tentu demikian.

Dalam membina hubungan, arah dan tujuannya perlu diketahui oleh kedua belah pihak. Seringkali yang dicari dalam suatu hubungan tidak ditemukan selain dari keinginan untuk memiliki pasangan, sehingga setelah diperoleh malah kehilangan gairah untuk membinanya dalam suatu hubungan dan kemudian timbul keinginan untuk mencari lagi. Kegiatan mencari ini tidak akan pernah berhenti jika diri tidak mengetahui apa yang dicari, tetapi tentu saja ada akibat dan orang yang tersakiti selama proses pencarian tersebut. Pengenalan terhadap diri sendiri sangat berguna untuk menghindari hal-hal seperti ini. Mengetahui arah dan tujuan dalam membina hubungan juga membantu dalam menetapkan kriteria ideal pasangan yang diinginkan.

Membina hubungan dapat membahagiakan, tergantung kedewasaan dan kesiapan mental pihak yang membina hubungan dan tergantung seberapa besar usaha untuk mengurangi ego diri sendiri dalam menghadapi permasalahan yang timbul. Memiliki pasangan mungkin bukan hal yang sulit tetapi membina hubungan bukan suatu hal yang mudah. Diperlukan itikad baik dan kerja keras yang tiada pernah berhenti, kerendahan hati dan ketulusan dalam segala hal. Besar dan lamanya berusaha tergantung pada seberapa berharga cinta yang ingin dipertahankan.

Cheers,
Maxell

Author: Vi-re-y
Date Posted: 02:53:08 09/18/03 Thu GMT 0700

Sekarang, aku gak brani brharap untuk membina hubungan dengan "memiliki" seorang yang kusayang.
Walaupun sulit, aku gak mungkin bisa

Buatku..
Cukup bahagia dengan bisa menumpahkan dan mengekspresikan
kasih sayangku ke dia.
Sebagai kasih sayang kakak ke adiknya.
Aku gak ingin dia tau keadaanku.
Dia tak menolakku meyayanginya itu sudah cukup.

Cukup buatku dengan menyayanginya.
Tak perlu ekslusive membuat dia jadi milikku
Cukup buatku melihatnya bahagia dengan kasihsayangku
Cukup buatku menikmati kemanjaanya layaknya adikku

Meski aku tak dapat balasan kasihsayang yang kuhahapkan dan perhatian yang kubutuhkan.

Tawanya mampu membuat kalut dan lelahku hilang
Bahagianya membuat laraku sirna.

mengharapkan Hubungan timbal balik, mungkin akan menghancurkan semuanya.
Dia pasti menjauh.

Buatku cukup meyayangi
aku tak berharap memiliki.

ihik..ihik..


Author: Lc
Date Posted: 07:00:34 09/18/03 Thu GMT 0700

Vi-re-y, g setuju ama lu, g juga lagi ngalamin hal yang sama kaya lu, gak berani ngarepin balesan dari orang yang kita sayang. kalo dipikir udah nasib, tapi kok nasib kejem banget, masa kita harus puas dengan begini aja, tapi mau gimana lagi, ya gak...

Posted at 03:00 pm by ILF-Voy6346
Comments (24)  

Lesbi?

Author: Air
Date Posted: 20:59:52 09/02/03 Tue GMT 0700

well...

beberapa waktu kemarin, saya membaca jurnal perempuan edisi ke 26 (kalo ga salah)disitu ada satu bab ngebahas soal lesbian dan perlakuan ga adil yang didapat lesbian.
saya cuma bingung kadang lesbian dimasukan dalam pemasalahan gender.
ya memang lesbian sudah pasti perempuan dan gender membahas tentang positioning perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
tapi apa kemudian alasan perempuan untuk jatuh cinta pada sejenisnya itu hanya kerena posisi perempuan disaat sekarang yang katanya sie sekarang jaman patriarki ini, tersudut dan dilecehkan ?
saya pikir, ketika kita bicara gender, pertimbangkan untuk tidak dulu memsukan unsur lesbian, karena buat saya, menjadi lesbian itu soal feeling bukan posisitioning.permasalahan gender sudah banyak kan ? kalau para feminis yang juga lesbian memisahkan sebentar saja antara feeling dan posistioning, akan lebih baik. perubahan tidak bisa dilakukan dengan waktu singkat, apalagi kalau sudah nyangkut dengan culture, mungkin kalau kita sedikit saja mau bersabar, meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan perempuan, mungkin pilihan hidup perempuan untuk jadi lesbian bisa dipahami.step by step.
sepertinya juga belakangan ini lesbian terlalu diekspose, tolong disadari penyusupan kepentingan - kepentingan lain dibalik itu, kepentingan komersil misalnya.bukankah kehidupan lesbi yang masih menjadi banyak pertanyaan banyak orang menjadi menarik untuk dijual belikan ? iya kalau pembaca kemudian menarik kesimpulan positif, kalau negative? karena bacaan2 lesbian belakangan ini jadi makin aneh buat saya.kesannya "ohh ini lesbian, serem juga yah". kemudian keaddan bukan bertambah baik kan ? think about unsur psikologi pembaca.

ini sekedar masukan, saya lesbian saya tidak malu jadi lesbian, tapi apa kemudian semua orang harus tahu saya lesbian?bangga dengan menjadi lesbian ?lesbian adalah pilihan hidup,perasaan yang muncul, sama seperti menjadi hetero.

Author: jvs
Date Posted: 06:10:31 09/03/03 Wed GMT 0700

Dear ranea,

Semua orang berhak dong ungkapin perasaan dan pikiran. jangan lsg di cap yang engga engga. kalau semua orang ngeluarin pendapat trus dibantai begini weleh bisa tiap hari di forum isinya perang tulisan so ga peace lagi deh.
segini dulu yah.

Salam Damai

Author: Bonnie
Date Posted: 09:22:34 09/03/03 Wed GMT 0700

Saya lesbian, tahu edisi jurnal perempuan itu dan saya hadir juga didiskusinya. Setahu saya, edisi itu tentang kekerasan terhadap perempuan karena sebab apapun (termasuk orientasi seksual). Lalu saya jadi nggak mengerti bagaimana caranya menyebutkan/menjelaskan kekerasan terhadap perempuan karena orientasi seksualnya tanpa menyebutkan lesbian? Mau diganti kata lesbiannya jadi apapun ini kenyataannya: diskriminasi terhadap perempuan, walaupun karena orientasinya, ya yang lesbian itu!

Kalau bicara soal kekerasan terhadap perempuan tapi menutup diri dari fakta bahwa perempuan juga mengalami kekerasan akibat orientasi seksualnya, bukankah cuma menunjukkan bahwa perempuan yang bicara bahwa patriarki itu harus dilawan karena adanya diskriminasi, jangan2 tidak tahu apa2 tentang apa itu diskriminasi.

Lalu karena barangkali kebetulan problem dirinya sebagai perempuan dalam budaya yang patriarki ini adalah bukan orientasi seksual, sehingga mudah baginya berfikir bahwa lesbian itu adalah hal yang baru karenanya dia menyarankan untuk menunggu wacana ini diangkat lain waktu.

Air,

Mengangkat wacana apapun dan dianggap "baru" pasti punya sisi negatifnya dan positifnya juga kendalanya. Bagaimanapun orang khan beda2 dalam memahami banyak hal dan mengingat tujuan positifnya maka tetap harus dilakukan bukannya malah diabaikan. saya turut menyesal jika kebetulan homoseksualitas merupakan hal yang baru bagi anda dan sulit anda terima. Tapi dalam berusaha kita tidak bisa hanya mempertimbangkan sisi negatifnya saja atau kita tidak pernah melakukan perubahan.

Kita tidak bisa selalu menunggu karena kita cuma hidup seumur hidup tidak selamanya. Jika anda pikir anda masih punya waktu untuk menunggu, silahkan saja, itu hak anda. Tidak demikian halnya saya, saya sudah menunggu seumur hidup saya.

Saya akan lakukan apapun untuk membuat orang dapat memahami bahwa memiliki orientasi seksual adalah hal yang normal dan wajar. Dan diskriminasi terhadap orientasi seksual adalah pelanggaran hak asasi manusia. Jika anda memperjuangkan anti diskriminasi cobalah dari dalam, terhadap sesama perempuan mungkin kelak kita (yang sama2 perempuan ini) bisa lebih berhasil melawan diskriminasi terhadap perempuan oleh non perempuan.

Selain itu ada hal yang harus pahami tentang statemen di media. Ini adalah perlawanan terhadap stereotip/prasangka. Kenyataannya tanpa pernah mengenal seorang lesbianpun setiap orang umumnya punya pemikiran negatif soal lesbian. Kenapa? Contoh gampang dech: Sama aja dengan pemikiran negatif tentang perempuan(lemah, mudah menangis, dsb..dsb) Lalu, kalau melawan stereotip tentang perempuan itu dengan cara menampilkan statemen yang menunjukkan kepercayaan diri, penghargaan diri dianggap salah trus musti bagaimana?

Kalau ada ekspos tentang perlawanan perempuan terhadap patriarki yang bilang: "saya bangga jadi perempuan, sebagai perempuan saya mandiri dan berhak untuk menentukan jalan hidup saya" trus apa salahnya? Bahwa ada kemungkinan laki2 patriarki yang nonton bilang: "ah, sudahlah, dirumah, sebagai istri, dia pasti harus nurut juga suaminya" atau Seorang nenek yang sangat menjunjung tinggi budaya patriarki berkomentar: "ih, perempuan aneh, nggak sopan! perempuan itu ya harus nurut sama laki-laki!" Gimana? Anda bisa hindari? Enggak juga khan...ya biar aja toh kenyataannya memang ada orang yang geblek begitu.

Saran saya...jangan gampang2 bilang orang aneh, nggak normal...atau apalah...jika mendengar lesbian, kalau anda juga percaya sama perjuangan melawan diskriminasi. Karena jadi "aneh", kalau juga melakukan diskriminasi.

Salam,
Bonnie

Author: Air
Date Posted: 21:10:08 09/04/03 Thu GMT 0700

dear bonnie..

sepertinya ada yang salah tentang persepsi Anda tentang tulisan saya terdahulu.well, itu pilihan Anda untuk tidak lagi mau menunggu membuat perubahan, dan saya menghormati itu.Tapi, apakah sesuatu yang terlalu ambisius tidak membuat semuanya tidak teratur dan menimbulkan banyak masalah ? untuk menonjolkan kekuatan perempuan untuk menjadi tegar, tidak mudah menangis, kuat, fighter sejati, apa harus dengan menampilkan sosok perempuan yang bertangan dingin,perempuan karir yang kuat tapi punya masalah psikologi dan kalah dengan keadaan, perempuan korban perkosaan dan mengekspose masalah itu habis-habisan tanpa memikirkan efeknya terhadap korban ? Anda mungkin bisa menerimanya, karena Anda dan beberapa orang yang menangkap makna tersebut paham maksud dan tujuan tulisan -tulisan tersebut.tapi, coba lihat berapa banyak orang yang mampu menganalisa sebuah tulisan dengan baik ? banyak orang yang salah tanggap atas sebuh tulisan di Media. Yakin kah Anda semua media bermaksud baik untuk membantu mengangkat perempuan,lesbian dan bukan untuk menarik keuntungan materi ? beberapa media yang sungguh-sungguh membantu memang ada, menurut saya alangkah baiknya jika materi-materi feminisme dan lesbian ditampilkan di media-media terpilih.
kenapa kemarin saya lebih condong untuk memisahkan masalah lesbian dan feminisme ? karena ketika Anda (dan saya) merasa memilih untuk jadi homoseksual dari pada heteroseksual adalah pilihan hidup, i agree with that, dan itu persamaan hak.Tapi persamaan hak atas apa ? kalau menurut saya persamaan hak antara hetero dan homo, bukan antara perempuan dan laki-laki (gender).Apakah hanya kerena lesbi perempuan kemudian ini jadi masalah perempuan? Homo memang bukan hanya perempuan, ada gay. dan tidak bisakah lesbi bergabung dengan gay untuk mendapatkan hak yang sama sebagai homoseksual, atau Anda dan yang lainnya, merasa terpisah dari laki-laki dalam segala hal.Diskriminasi laki-laki dong namanya ? :-)
btw terima kasih atas masukannya, saya pasti akan memikirkan kata-kata Anda, saya memang masih muda, dan tidak banyak pengalaman. Dan saya pasti punya sisi egoisme sendiri karena saya punya background yang berbeda dengan Anda juga jalan hidup yang beda.
Anda mungkin tidak dapat menunggu, go ahead, walk a hundred steps in front of me. Seandainya luka saya, dan mungkin banyak korban kekerasaan terhadap perempuan lainnya, dapat sembuh secepat langkah Anda, saya akan dengan senang hati bergabung dengan Anda dan perempuan lainnya.

Terima kasih


Author: Bonnie
Date Posted: 04:47:16 09/06/03 Sat GMT 0700

Air,

Sesungguhnya kuncinya dari komunikasi kita yang awut2an adalah bahwa kita harus bisa membatasi permasalah yang kita bicarakan. Be spesific. Supaya saya tidak mengkelirukan maksud anda demikian juga saya. Baru mungkin argumentasi kita masing2 bisa jadi valid, karena batasannya jelas dan tidak melebar kemana2. Mungkin kamu harus jelaskan dulu ekspose media yang mana, siapa yang bicara, apa pembicaraannya. Lalu kalau saya tahu saya bisa sampaikan pendapat saya yang relevan, dll.

Saya menduga kamu punya trauma entah apa. Maybe you have to deal with it first then you can see things differently. Diakui atau tidak pengalaman pribadi punya pengaruh besar bagaimana seseorang memahami sesuatu. Jangan2 yang bahkan tidak disebutpun jadi traumatic buat seseorang karena trauma pribadinya. Itu khan personal banget.

Ekpose media tentang lesbian bagi saya sah-sah aja. Yang penting satu: tidak menimbulkan stigma baru, dengan membuat asumsi yang sangat relatif artinya bagi lesbian selain dirinya. Dengan statement dan kehadirannya dimedia dia juga mungkin cuma sekedar sharing, bukan melakukan perwakilan dari seluruh image lesbian yang ada di bumi nusantara ini. Bahwa ada yang menganggapnya begitu, ya...salahnya siapa dong? Bahwa hadir dimedia harus dengan kesadaran bahwa representasi itu bisa disalah artikan harus! Dengan cara memahami sifat medianya, memahami stereotipnya, punya kemampuan berbicara yang baik sehingga bisa meminimalisasi efek sampingan itu, harus! Tapi bagaimana caranya melarang orang yang prejudis. Nggak pernah ada ekspose tentang lesbian juga keadaannya mungkin nggak berubah. Tapi bahwa dengan ekspose yang baik ada kemungkinan bisa berubah lebih baik, kenapa tidak?
Tapi menemukan lesbian yang sempurna seperti itu dan mau bicara dimedia juga pasti langka. Kalau ada dan dia melulu yang bicara juga efeknya akan beda. See what I mean.

Soal memisahkan lesbian sama perempuan. Saya sudah katakan, kalau anda perhatikan itu edisi tentang kekerasan terhadap perempuan karena berbagai sebab dan dalam berbagai kedudukan. Trus kenapa nggak boleh karena orientasi seksual? Karena persoalan perempuan yang satu ini bukan berurusan dengan pria atau karena lesbian tidak cukup perempuan? Perjuangan perempuan itu bukan kah terhadap atas aspek kehidupan perempuannya. Memiliki persamaan hak atas seluruh aspek keperempuaannya, termasuk seksualitasnya sekalipun yang tidak musti sama dengan kebanyakan perempuan lainnya. Selain itu kalau isu kekerasan terhadap lesbian dilepaskan dari masalah perempuan, masalahnya beda dengan gay. Saya tidak banyak tahu tapi yang saya tahu saya tidak pernah dengar kekerasan terhadap laki2 akibat seksualitasnya (gay men) seperti yang dialami lesbian. Kekerasan terhadap lesbian bahkan datang dari perempuan sendiri. Feminis juga banyak yang mendiskriminasikan lesbian. Kekerasan khan bukan cuma fisik. Menganggap lesbian tidak cukup perempuan sebagai feminis khan juga kekerasan. Kalau sudah begini lesbian justru yang menghadapi stigma berganda.

Walaupun tentu saja saya juga berjuang dengan rekan gay untuk persamaan hak atas seksualitas tetap dijalankan. Saya tidak pernah satu kalipun mendiskriminasikan atau memisahkannya dalam memperjuangkan hak2 bagi semua homoseksual. Saya berdiskusi bersama mereka, saya bikin kegiatan bersama mereka. Kenapa anda bisa serta merta mengasumsikan saya mendiskriminasikan gay hanya karena saya membela isu lesbian diruang feminis?

Dalam kehidupan pribadi saya, saya tidak punya alasan apapun untuk jadi feminis. Saya punya ayah dan saudara, teman baik laki-laki yang luar biasa..Such a great guys. Saya beruntung untuk hal ini. Tidak satupun dari mereka seksis dan patriarkis. Ayah saya selalu menjunjung tinggi persamaan hak antara laki2 dan perempuan. Dia merupakan ayah dan sahabat yang sangat demokratis, berpikiran terbuka dan jujur akan banyak hal termasuk orientasi seksualitas saya. Walau kadang2 saya kesal dengannya karena menurut saya dia terlalu demokratis dan terbuka sehingga mengundang masalah yang tidak perlu. Tapi kemudian lesbian atau bukan, saya juga merasakan akibat budaya patriarki so, apakah saya feminis...saya nggak terlalu perduli. Keperdulian saya hanya memperjuangkan persamaan hak sebagai apapun.

Saya melihat banyak “luka” disekeliling saya....2 kali dalam hidup saya, saya sangat amazed dengan kedua orang ini. Karena mereka mengalami kekerasan jauuuuuuuuuuuh dari kekerasan terhadap perempuan terberat yang saya alami, pernah bayangkan, baca atau tonton. Terjadi bertahun2 pada saat mereka diusia yang sangat muda dan tidak berdaya. Hanya dengan membayangkan apa yang terjadi dengannya saya terkadang menggigil ketakutan dan sangat sedih dan marah. Terlepas dari semua itu mereka adalah orang yang lemah lembut, baik hati tapi kuat. Selalu berfikiran positif dan melakukan hal-hal yang positif. Selalu siap membantu orang disekelilingnya sekalipun hal itu akan mendatangkan masalah baginya. These woman are great women. My point...I can understand it but it doesn’t change my point of view to include lesbian issues as women issues. I am lesbian because I am woman, otherwise I will be gay men and my problems as a homosexual would have been different.

Salam,
Bonnie

Author: Air
Date Posted: 03:22:07 09/07/03 Sun GMT 0700

congrats...

plok..plok..greaaatt...argumen kamu bagus :-)
saya tertarik dengan sikap Anda yang berusaha menjawab semua pertanyaan di forum ini ;-) well..seems ever1 get the answer now yah.

but still lah..u with your point and iam with what iam...hehehe
bukan karena saya ingin ngotot (walau begitu kelihatannya) atau apalah namanya.

saya memang punya pengalaman pribadi (kayanya semua orang punya) trauma ??? kata beberapa teman saya begitulah, atau psikolog akan bilang begitu.dan seperti apa pun pengalaman hidup saya, seperti cerita Anda (punya teman dengan pengalaman pahit)masih ada orang jauh lebih sakit dari saya, dan saya cukup beruntung.lucky me, kata-kata itu magic buat saya.
benar pengalaman hidup mungkin akan membuat orang jadi salah persepsi, dan mungkin itu terjadi pada saya, dan bisa terjadi juga pada Anda.
dear bonnie..
saya kemarin itu di paragraf terakhir saya mencoba menceritakan kepada Anda(dengan pemikiran saya), bahwa tulisan di Media manapun, gerakan apa pun untuk menyamakan hak perempuan (entahlah Anda mau menyebut diri Anda feminis atau bukan)atau mencari hak untuk lesbian, sah - sah saja, tapi...ketika Anda melangkah apakah Anda menyadari banyak faktor yang harus korban kekerasaan lalui untuk menjajari langkah Anda, sementara ada yang harus dibalut, Anda malah untuk berlari.dan didepan sana, yang terpapampang adalah cerita-cerita, teriakan-teriakan yang mendengungkan luka orang-orang yang Anda tingggalkan dibelakang.
saya mencoba menggambarkan itu dari hal yang paling kecil, diri saya.saya mungkin salah,karena itu persepsi pribadi.dan saya makin merasa salah ketika Anda bilang trauma itu yang menyebabkan saya salah memandang gerakan-gerakan perempuan dan lesbian (we're talkin in lesbian forum,remind me not to talk about gender too much).tapi, itu background saya.
bagaimana dengan Anda? apakah karena Anda sulit merasakan hal yang sesunggunya dari perempuan yang mengalami kekerasan (Anda tidak mengalami sendiri, Anda bisa ber-empati,tapi,tidak persis seperti yang orang itu rasakan) hingga Anda bisa dengan mudah melangkah kedepan dan lupa orang itu masih punya luka ?
enough 4 trauma lah...

ekspose lesbian di media,oke fine,
contoh simple buat saya, banyak buku yang isinya tentang dunia-dunia yang dulunya tidak pernah dieksopse, termasuk lesbian, terbitkan untuk menarik selera pasar, setelah buku jakarta undercover jadi bestseller. Artinya penerbit melihat selera pasar, ketika dianggap pasar sekarang sedang berminat terhadap buku-buku yang bercerita tentang hal yang dulu tidak umum dimasyarakat (sex in the kost,dll), maka bubu-buku semacam itu diterbitkan.buat saya itu komersil.trend sesaat,akhirnya dari buku-buku semacam itu,banyak lagi persepsi negatif.itu pendapat saya.

well,
have a nice day Bonnie.
anyway, thx untuk membaca keluhan pasien trauma ini, hehehhe.


Author: Sil
Date Posted: 22:33:34 09/17/03 Wed GMT 0700

Sekedar nimbrung,

Kadang saya berpikir atas dasar apa kita menuntut kepada pemerintah/orang lain untuk menyamakan hak kita dengan orang heterosexual. Bahwa kita2 ini Normal dan mempunyai posisi yang sama dengan mereka? Sungguh saya tidak mengerti. Alasan apa yang paling tepat yang dapat kita berikan kepada orang2 itu untuk percaya bahwa perilaku kita ini normal dan tidak ada bedanya dengan heterosexual.? Sebab jangan sampai kita cape2 berteriak dicorong minta persamaan hak malah kita ditertawakan.

Terus terang saya juga bingung (agak bingung) dengan penjelasan ‘kekerasan terhadap perempuan oleh sebab dia Lesbian’? saya tidak mengerti kekerasan itu timbulnya dari segi mana ? kalau kita dituding oleh org2 heterosexual itu gak normal, saya pribadi tidak menyalahkan, sebab saya punya alasan mengapa saya harus terima dikatakan demikian ‘oleh karena saya sendiri yang memilih menjadi demikian, lain dari porsi yang sebenarnya lain dari perilaku yang umum dilakukan oleh orang2 normal. Kita tidak bisa balik menuding orang2 hetero itu gak normal sebab kita gak punya a great reason untuk menyakinkan mereka bahwa perilaku kita itu wajar2 saja. Karena yang umum adalah laki2 pasangannya perempuan begitupun sebaliknya, kalau ada yang lebih dari itu yah itu pilihan hidupmu yang tidak umum itu sudah jelas tidak bisa ditawar2 lagi.

Saya juga tidak begitu setuju kalau dikatakan kelompok gay tidak didiskriminasikan atau mendapat tempat yang lebih khusus. Sebab kenyataannya adalah justru kekerasan terhadap kaum homo/gay itu lebih jelas terlihat daripada kita2 yang lesbian. Contohnya : ‘pembunuhan’. ‘diolok-olok’ malah dilempari batu ini kejadian pernah saya lihat langsung didekat rumah saya waktu ada laki2 gagah lewat, disangkanya tentara oleh anak2 yg kebetulan lg ngumpul disitu, pas ditanya ‘Mau cari apa mas’ tau khan kalo bencong ngomong? Gemah gemulai begitu. waktu laki2 itu jawab dengan kebencong=bencongan anak2 yg ngumpul disitu langsung teriak ‘sialan! Kirain apa, ternyata bencong’ hampir bencong/gay itu dilempari batu. Jadi saya pikir gak ada bedanya sama2 mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Kalau lesbian sudah pasti dijauhi dihindari oleh teman dsbnya sebab gak mungkinlah kita sampai dilempari batu sebab bagaimanapun org2 hete melihat kita adalah perempuan.

Kenapa lesbian/gay cenderung dijadikan barang dagangan? Yah gak heran, wong kita dimata org2 hetero khan keliatan ‘ANEH’ yah memang aneh ! gak usah jauh2 lah, kalau ada parade pemilihan bencong pasti dikerumini org2 hetero kenapa? Sebab mereka melihat pemandangan yang lain daripada yang lain, jd kita gak punya alasan untuk menyalahkan mereka sebab apa yang kita tampilkan itu memang “agak jauh berbeda ’ gak pada umumnya contoh sederhana, kalau org2 heterosexual ketemu bencong dijalanan , otomatis pandangan mereka akan terarah kebencong itu, gak perduli didepan ada mobil apa gak yg penting bencong itu diliatin dulu setelah itu mereka diam2 tertawa...menyedihkan, tapi lebih anehnya lagi bencong2 itu gak merasa punya problem apa2 diliatin begitu, mereka cuek bebek padahal kalaus aja mau disadari mengapa ditertawakan? Yah karena dlm pikiran org2 heteo kok cowok pake baju cewek dan pake lipstik? Ini bukan lawakan tapi ini bener2 baju perempuan kok jadi pakaian sehari-hari, mereka khan laki2 punya pedang? Atau kok cewe dan cewe make love? Loh, mereka khan gak punya pedang, jd pake apa dong? ini cuma segelintir pertanyaan2 dikepala org2 hetero.

Saya kira mungkin ada baiknya kita mulai bercermin diri apa yg menyebabkan kita didiskriminasikan?dikatakan Aneh? Apakah yang kita lakukan itu sudah wajar dari sudut pandangan mereka atau tidak? Kalau tidak, tentu ada alasan mengapa tidak bisa diterima.

sekarang zaman org mengutarakan hak dan pendapat tetapi khan apa yang diutarakan itu sebaiknya ditimang2 kembali, sebab kita hidup dan tinggal dibumi yang mayoritas manusianya heterosexual kita ini cuman minoritas, bagaimana kita punya power untuk teriak2 minta disamakan, kalaupun ada negara yang sudah menyamakan homo setara hetero tetap juga org2 hetero memandang kita2 ini aneh, gak umum. Dan tetap mendapat perlakuan yang beda. Biarpun ada pastor yang sudah mensahkan perkawinan homo/lesbian jangan2 pastor itu juga homo.

Atau mungkin sebaiknya kita mengumpulkan semua homo2/lesbian dr seluruh bumi ini dan membentuk satu negara baru yang namanya NEGARA HOMOSEXUAL dan LESBIAN?

Misalnya : ‘Indonesia lesbian country. Gay Indonesia country,’ gay dan lesbian dipisahkan sebab jangan sampai malah terjadi hubungan heterosexual kalau dicampur aduk. Menghindari hal2 yang tidak diharapkan. Dan berlaku hukum untuk orang2 heterosexual ‘jika ada org heterosexual yang mencoba masuk dan mendidkriminasikan serta mngolok-olok atau tidak mengakui keberadaan gay/lesbian maka hukumannya adalah penggal kepala’

Saya kira sulit bagi kita untuk mengubah pola pikir org2 heterosexual terhadap homosexual, itu sama saja menyuruh mereka mengisi air diember, kalaupun ada beberapa yang sudah bisa menerima tetapi didalam hati kecil mereka tetap mengganggap kita ini gak normal, aneh, gak umum, gak usah jauh2 lah, dengan teman dekat sendiri, pasti setelah mereka tahu kita ini lesbian/gay mereka akan membuat jarak dengan kita. Ini sudah realita. Dimana2 juga pasti begitu biarpun itu di amerika atau negara2 lain.

Ini cuman sekedar masukan dari saya, saya tidak sok pintar tidak menghakimi, saya juga masih kurang pengalaman, tetapi lewat forum ini saya banyak belajar dari teman2 yang sudah banyak pengalaman seperti bonnie, ade, dan yang lain.

Khusus buat Bonnie, saya salut dengan keberanian anda, karena saya tidak punya nyali sebesar anda untuk mengklaim bahwa apa yang kita lakukan ini normal2 saja. Saya justru masih berpikir layaknya org2 heterosexual. Teruskan saja perjuangan anda dan semoga apa yang anda impikan selama ini bahwa ada persamaan hak homosex dan heterosex di indonesia bisa terwujud. Semoga.


Author: Air
Date Posted: 03:53:18 09/18/03 Thu GMT 0700

dear Sil..

sekedar coba mengungkapkan pendapat saya,
well..saya selalu yakin bahwa being a lesbian is a normal. kenapa ? karena saya yakin semua hal punya dua sisi..
misalnya : malam siang, hitam putih, kanan kiri, air api, etc. banyak lah..dan begitu juga dengan orientasi seksual, ada yang heteroseksual berarti ada yang homoseksual.
Now, let's see..ketika ada siang, apa yang namanya malam salah ? ketika ada warna putih, apa yang hitam salah ? bukankah itu balancing namanya ? Benar atau tidak nya masalah orientasi seksual hanya tergantung sudut mana ngeliatnya. Ketika saya melihat dari sisi feeling saya, saya merasa benar, bayangkan..cinta itu datangnya tidak dibuat-buat,itu anugerah, anugerah itu datangnya dari mana ?
so, apa ada yang salah dengan anugerah ?
Sisi culture ajalah yang simple, kenapa hetero lebih populer dan kelihatan paling normal ? menurut saya, karena duluuu..wanita ga mungkin hamil tanpa pria, sementara orientasi orang dulu menikah adalah punya keturunan (inget ada pepatah, banyak anak banyak rejeki).Terjadilah Poligami, dll.Unsur culture yang kuat itu tertanam beratus-ratus tahun lamanya, hingga hubungan wanita dgn wanita yang tidak menghasilkan keterunan dianggap salah, tidak normal, dll.
Well..saya lesbian, saya yakin dengan pilihan hidup saya, jika saya bisa memilih untuk lebih suka warna putih daripada hitam atau sebaliknya, kenapa saya tidak bisa memilih menjadi homoseksual daripada heteroseksual ?

Kalau pun saya masih memilih-milih untuk bercerita atau tidak terhadap orang lain tentang orientasi seksual saya, itu karena culture juga, banyak orang sekeliling yang masih tidak bisa terima keadaan itu. sekarang sebagian besar teman2 dekat saya, tahu saya lesbian, dan setelah menarik nafas panjang, bertanya bertubi-tubi kenapa, bagaimana, dengan siapa, dll, memikirkan hal itu berhari-hari, sambil masih sesekali terheran-heran, mereka menerima saya. Hal itu tidak mudah bagi saya dan juga bagi mereka.

Oh ya..
semalam di kota tempat saya tinggal ada topic dari sebuah radio terkenal, pertanyaannya "How lesbians do "it" ? dari sekian penelfon hanya satu yang mengaku lesbian. Saya pengen sih nelfon, tapi pulsa krisis. Saya cuma bingung apa pengertian about lesbian itu apa pertamanya always about sex ? saya pernah coba searching di salah satu website terkenal,saya ketik kata lesbi..guess what, yang keluar 95% porn site ! and ..ok..i closed it.
Saya minggu kemaren juga ke salah satu toko buku terkenal, dan saya kuaggeett deh, liat salah satu novel tentang lesbian terbaru itu, selain di taro ditumpukan new realese, buku itu di taro juga dideretan psikologi, what a lovely books store!! itu karya sastra dan saya bingung kenapa harus psikologi ? apa lesbian itu penyakit jiwa or something ?? huufff...

light

Posted at 02:57 pm by ILF-Voy6346
Comments (3)  

Apakah bisa terpengaruh?

Author: Conerry
Date Posted: 11:07:48 08/08/03 Fri GMT 0700

Hi All

I have a story,

Saya adalah seorang wanita karir yang sangat feminim yang tinggal di Europe. Didalam ke hidupan seharihari saya, saya banyak menjumpai mereka kaum lesbians yang juga sangat feminim. Biasa nya saya jumpai mereka disebuah pub or sebuah cafe bar. Walaupun saya bukan sorang tergolong lesbians tetapi saya suka berteman sesama mereka. so I have some questions : My qestions is : apakah someday saya bisa terpengaruh oleh kehidupan mereka? yang menyukai kaum sejenis sorry about my questions this reall a story I have .Karena saya lebih banyak memilih berteman ke wanita dan I felt comfort dari pada ke male,tetapi saya tidak ingin punya felt sama sekali ke wanita, saya hanya ingin
berteman.Tetapi lama ke lamaan felling saya lebih besar ke wanita. Pertanyaan saya: Apakah ini pertanda saya sudah termasuk kaum lesbians? tetapi saya belum bernah berkencan dengan wanita.

Thanks

Conerry

Author: pd
Date Posted: 11:37:52 08/08/03 Fri GMT 0700

Keterusan jadi suka dgn sesama wanita itu mungkin karena aslinya loe ada tendency bisexual, tapi belom tau aja.

Kalo aslinya lurus, biarpun coba2 pacaran dgn sesama wanita, tetep aja akan end up sukanya sama cowok doang.


Author: Bonnie
Date Posted: 20:00:48 08/08/03 Fri GMT 0700

Suka berteman biasanya karena punya kecocokan, kalau sudah cocok dan berteman lama pasti sayang sama temannya, tapi menyayangi perempuan sebagai teman dan menjadi lesbian itu beda banget.

Lucunya khan semua orang percaya bahwa semua orang dilahirkan heteroseksual. Jadi kalau ternyata bukan heteroseksual langsung pada bingung dan linglung. Begitu ternyata juga bukan hanya lesbian tapi biseksual lebih puyeng lagi....:) Santai ajalah toh kenyataannya seksualitas itu banyak warnanya, namanya juga rainbow! Apapun itu namanya yang penting mutual dan saling menghargai.

Terpengaruh? Memangnya kamu semudah itu dipengaruhi? Mungkin terekspos dengan lesbianisme maksudnya? sehingga kecendungan homoseksual yang kamu miliki "tergugah" dan menemukan kesadaran seksualitas baru? Kalau terpengaruh sih memang mungkin kamu yang gampang penasaran dan senang bertualang, jadi ingin mencoba? Tapi kalau memang dari sononya bukan lesbian, nggak akan bertahan kok!

Lagian menjadi lesbian itu bukan jaminan akan suka dan sayang ama semua perempuan atau lesbian yang ditemui. Tiap orang juga punya preferensinya sendiri.

Salam,
Bonnie

Author: Mady
Date Posted: 18:40:35 08/10/03 Sun GMT 0700

Kenapa kok sampai punya rasa takut?Dalam hal ini takut tertarik sama temen lesbianmu.Padahal seperti yg kamu bilang seneng/comfortable temenan dgn mereka.Bertemen biasa saja ke mereka.Buang rasa takutmu jauh2 karna kumpul2/temenan sama lesbian lalu kamu akan jadi lesbian.

Kalo aku kumpul2/temenan sama heterosexual,aku tahu tidak akan jadi hetero.

Sudahlah Conerry jangan punya rasa takut lagi,just take it easy,just go with the flow.


Author: Ade Kusumaningrum
Date Posted: 16:52:17 08/11/03 Mon GMT 0700

Lesbian, is it nature or nurture?

Ini pertanyaan klasik yang selalu dilontarkan dan biasanya itu terlontar karena ingin mencari jawaban tentang sebab-musabab kenapa seorang menjadi lesbian. Hal ini wajar aja karena mungkin memang itulah hakikat manusia sebagai makhluk yang berakal: try to find the reason. I think it's okay if we're always trying to find the reason. But then what is interesting, what does the reason stand for? Jika untuk memperoleh pengertian dan pemahaman, itulah yang dinamakan kebijaksanaan. Tapi sayangnya seringkali bukan untuk mendapatkan pemahaman, tapi lebih kepada pencarian pembenaran untuk asumsi yang biasanya sudah dimiliki terlebih dahulu, ataupun juga untuk dasar pembenaran akan tindakan yang telah dilakukan.

Being lesbian is nature, becoming lesbian is nurture. Mana yang lebih buruk dari kedua hal ini? Buat saya, tidak penting mana yang lebih baik atau lebih buruk karena inti dari kedua hal itu, being or becoming lesbian, adalah tentang pilihan dalam hidup. Berjati diri lesbian adalah sebuah pilihan yang tidak mudah karena pada dasarnya urusan jati diri adalah sebuah proses panjang dan dalam. Selain itu, ia menjadi sukar karena pada sebagian besar masyarakat di dunia ini, heteroseksualitas dianggap sebagai norma tunggal seksualitas.

Conerry, at the end of the day, everything is merely about choices and the choice is yours. Kalau saya, saya memilih untuk menjadi orang bebas yang mengikuti apa yang dikatakan pikiran, jiwa dan tubuh saya. Pikiran, jiwa dan tubuh saya mengatakan bahwa I'm comfortable and enjoy berpasangan dengan perempuan; bahwa saya damai, bahagia, dan juga penuh semangat ketika berpasangan dengan perempuan. Bahwa ada yang tidak setuju dan tidak suka dengan pilihan saya, itu menjadi problem mereka, bukan problem saya karena saya tahu apa yang saya mau dan apa yang membuat saya tentram.

So dear, enjoy all the process in seeking of your identity. I cannot promise that it will be such a smooth flat road cause it might be more such bumpy, steep and slippery one. But remember, pengalaman adalah guru yang terbaik :)

Author: bine
Date Posted: 10:54:52 08/13/03 Wed GMT 0700

Mbak Ade, proses bisa sampai nyaman dan yakin dgn pilihan menjadi lesbian itu gimana? berapa lama?. Pengalaman adalah guru yang terbaik, katanya,tapi kalau enggak punya pengalaman gimana ya?.

Mbak Bonnie, bagaimana membedakan perhatian teman lesbian itu sekedar teman atau lebih ? terimakasih

Author: Ade Kusumaningrum
Date Posted: 20:27:23 08/14/03 Thu GMT 0700

Dear bine,

Yang namanya proses bagi tiap orang itu beda-beda. Ada yang pada usia muda belasan tahun sudah yakin dengan orientasi seksualnya, ada yang sudah berusia lebih dari 20, 30, atau bahkan sudah mencapai 40 tahun tapi masih mencari jati dirinya. Banyak faktor yang membuat singkat atau lamanya sebuah proses. Aku melihatnya ada dua faktor besar yaitu faktor dari dalam diri sendiri dan faktor dari luar.

Faktor dari luar adalah faktor sosial seperti pandangan masyarakat, konsep sosial-budaya masyarakat dalam memandang homoseksualitas, terutama lesbian. Menurutku, faktor luar ini punya andil besar dalam proses pencarian jati diri. Pada masyarakat yang lebih terbuka pandangannya mengenai homoseksualitas dan bahkan bisa menerima homoseksualitas, kita bisa mendapati mereka yang masih remaja tetapi sudah confirm dengan identitas seksualnya. Meskipun demikian, age of consent di negara-negara yang sudah punya aturan hukum yg menghargai pilihan orientasi seksual rata-rata 16 tahun. Di negara-negara tersebut juga kita dapati organisasi-organisasi remaja queer (lesbian, gay, bi, trans) maupun orangtua-orangtua yg memiliki anak-anak yg lesbian, gay, bi, ataupun transgender dan transseksual. Organisasi-organisasi tersebut memberikan dukungan bagi kaum queer remaja. Tapi ingat, bahwa di negara seperti Amerika yang sudah terbuka pun, banyak orang masih tidak bisa menerima bahkan mengejek kaum queer. Itu sebabnya baru-baru ini di New York dibuka sekolah menengah khusus untuk remaja-remaja queer yang dimaksudkan agar remaja-remaja queer bisa bersekolah dengan nyaman tanpa diejek.

Kalau kita kembali ke negara sendiri, kita bisa lihat seperti yang digambarkan dalam bukunya Mas Dede Oetomo "Memberi Suara Pada Yang Bisu", ada budaya-budaya lokal kita yang menerima konsep-konsep homoseksualitas seperti konsep 'gemblak' di Reog Ponorogo, 'bissu' di Bugis. Artinya, kalau kita lihat dari bukti-bukti itu, homoseksualitas bukanlah konsep barat. Di Indonesia sendiri sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Faktor luar lainnya adalah informasi. Pada masyarakat yang informasinya lebih terbuka di mana berbagai informasi berbeda boleh ada dan tersedia, maka orang akan lebih punya kesempatan untuk berproses yang wajar, tanpa tekanan. Di Indonesia ini, media mainstream masih banyak yang menyajikan informasi yang negatif, salah dan mencapkan label-label buruk pada lesbian. Tentu aja orang yang sedang dalam pencarian jati dirinya jadi tambah mengkeret, kecil hati dan bahkan takut. Meskipun sih, beberapa media televisi akhir-akhir ini cukup memberi tempat dan mencoba untuk bersikap "netral" dan lebih mengetengahkan konsep "ini ada, ini berbeda" dan menghindari mencap dengan label buruk terhadap lesbian.
Faktor luar lain yang tidak terlalu "luar" adalah keluarga. Pada keluarga yang sangat demokratis di mana perbedaan dan berbeda pendapat diperbolehkan bahkan dirayakan, hal ini juga bisa membantu cepatnya proses pencarian jati diri.

Aku melihat bahwa ketika masyarakat lebih terbuka akan perbedaan dan menerima perbedaan orientasi seksual, ada efek yang tidak langsung bahwa itu bisa mempercepat proses pencarian jati diri. Namun demikian, faktor dari dalam diri sebenarnya adalah faktor kunci. Faktor dari dalam diri sendiri ini berkaitan dengan cara pandang, pola pikir kita terhadap diri sendiri dan juga berkaitan dengan attitude ataupun sifat-sifat dalam diri. Maksudnya gini, kalau pada dasarnya seseorang itu memang teguh pendiriannya, bermental baja, berani menghadapi tantangan dan bahkan suka bermain dengan resiko, mungkin (sekali lagi "mungkin") pada orang-orang seperti ini prosesnya lebih cepat. Sementara pada orang-orang yang sifatnya lebih suka berhati-hati, banyak pertimbangan, mungkin prosesnya akan lebih lama.

Buatku, pada akhirnya semua berpulang pada diri kita sendiri. Mau cepat, mau lama, mungkin lebih baik let it flows. Tapi kalau dari pengalamanku, kita akan sampai pada satu titik waktu di mana kita akan benar-benar bisa merasakan bahwa ini, saat ini adalah momentum berakhirnya satu proses.

But remember bine dear, hidup terdiri dari banyak proses dan sebenarnya proses-proses akan terus berlangsung selama kita masih hidup. Proses hanya akan berhenti ketika kita mati.

Soal pengalaman, kita nggak akan pernah punya pengalaman kalau kita tidak pernah memperbolehkan diri kita untuk mengalami.

Selamat berproses dan selamat mengalami ya bine! :)

Author: Bonnie
Date Posted: 03:51:13 08/15/03 Fri GMT 0700

Bine,

Wah sulit juga tuh menjawabnya...kalau kenal teman lesbiannya sih gampang, sehingga aku bisa bedain kalau dia ngasih perhatian sekedar teman itu bagaimana dan sebaliknya bagaimana? Karena gimanapun lesbian itu juga terdiri dari beragam tipe kepribadian, jadi kalau si A menunjukkan cara naksirnya dengan senyum melulu sedangkan si B dengan malah cuekin kita khan bisa aja...

Bine....untuk hal-hal seperti itu setiap orang unik dengan cara dan reaksinya sendiri...pun kalau ada yang sama paling dibawah 10%, so, oba kenali aja temannya nanti juga tahu...kalau enggak tahu tanya aja baik2..:)

Salam,
Bonnie

Author: Try
Date Posted: 08:04:21 09/03/03 Wed GMT 0700

Rasanya terpengaruh kalo karena sering bergaul saja kalo pada dasarnya straight tidak akan semudah itu tapi kalu terpengaruh karena salah satu dari lez tersebut naksir kamu bisa jadi karena perhatian yang diberikan dsb.


Author: Conerry
Date Posted: 13:45:39 09/03/03 Wed GMT 0700

Hi Try

yang kamu bilang itu, ya ada benar nya, karena dari salah
satu ce lesbians ini ada yang interested ke saya, cuma dia
enggak tau kalau saya itu normal. Dan dia pernah mencoba untuk mendekati saya tapi..saya santai aja dan berpura rilexs aja padahal saya tau maksud dia itu. Saya kenal ama
ce ini kebetulan kita kawan dekat. jadi sebelum dia menanyakan perasaan nya ke saya gimana cara nya supaya
ce teman dekat saya ini enggak up sad gitu.

Thanks for you help
Conerry

Author: Bonnie
Date Posted: 21:19:40 09/03/03 Wed GMT 0700

Connery,

Lesbian is normal. I perhaps over reacting but we can be discriminative if we are not careful with our words plus it is not simply about the word/term, it is about awareness and non discrimination.

Let me try to say it for you: Heterosexual is common, not necessarily normal. Normal is too vague notion.

Thank you.
Bonnie

Author: conerry
Date Posted: 12:45:10 09/04/03 Thu GMT 0700


Hi Bonnie

Sorry about my word.

Regards
Conerry


Author: Sil
Date Posted: 22:07:55 09/04/03 Thu GMT 0700

Satu hal aku tidak pernah nyesal kalo aku disebut ABNORMAL
sebab memang Abnormal wong kita dapat julukan

'penyimpangan sexual'???? 'sex yg gak normal. iya kok memang gak normal.

Author: Bonnie
Date Posted: 11:59:45 09/05/03 Fri GMT 0700

Sil,

Abnormal itu term bagi heteroseksual. Term yang sama juga akan dipakai homoseksual untuk merujuk heteroseksual karena tidak normal baginya.

Kalau kamu mau pakai term ilmiah, penyimpangan seksual itu term yang dipakai jaman kuda gigit besi waktu belum ada Queer theory dan itu dipakai untuk ilmu kejiwaan. Lah sekarang aja teori kejiwaan yang merujuk homoseksualitas sebagai penyimpangan sudah direvisi dari kapan tahu...

Kecuali ya...masih harus diobati secara keilmuan jiwa jika YANG BERSANGKUTAN TERGANGGU DAN TIDAK NYAMAN DENGAN SEKSUALITASNYA. Kalau udah begini dua2nya juga bisa aja terganggu.

Apa hubungannya sama menyesal? Saya nggak merasa abnormal dan nggak juga akan mengaplikasikan kata abnormal sama orang yang tidak sepaham atau punya seksualitas yang beda dengan saya. Itu khan judgemental. Emang siapa saya? Yang saya tahu khan cuma tentang konsep saya yang relatif benar menurut saya dalam keterbatasan saya yang cuma segelintir ini. Itu lho maksudnya.

Connery,

It is ok. Saya juga masih harus belajar banyak. Tapi dalam keterbatasan saya, saya tidak ingin menghakimi orang karena keterbatasan saya. Let them be themselves and live their life. Yang penting kita tidak melanggar hak orang lain.

Salam,
Bonnie

Posted at 02:37 pm by ILF-Voy6346
Make a comment  

I DONT UNDERSTAND

Author: trin
Date Posted: 23:25:15 09/03/03 Wed

i dont understand

i really dont understand
u told me that u dont love her
but u fuck her all the time??

what is that suppose to mean??

i really dont understand
and i hope... u can give me a good explanation
coz i dont want to think, and i'm tired to think
how bad person u are

are u?? are u not?


Author: Nana
Date Posted: 23:47:09 09/03/03 Wed

Sometimes.. it doesn't take love to fuck somebody.


Author: IdoUnderstand
Date Posted: 04:57:44 09/04/03 Thu

Grow up gurll!

Fuck is fuck, as simple as physical pleasures. Good fuck only requires physical and emotional readiness for fuck. Love is not a mandatory requirement of a good fuck! Ups, consentual age and mutual consent would be important too otherwise it will be a rape.

Can't you see? Love is not even within the picture here! Perhaps you are starring at the wrong picture!


Author: pd
Date Posted: 08:26:58 09/04/03 Thu

Sedih yah kalo perempuan asal2-an sleeping around kayak laki2.


Author: gw
Date Posted: 08:35:27 09/04/03 Thu

well... some people like that, they don't know how to respect their body... so sex is not suppost to be something special to do with the loved one.

and with this kind of person, why we have to bother to be with????? if we are not like it....

find someone else who knows how to give and take with sex and what it really means....

you should be lucky if you know a person that you care can take this kind of behaviour and you are not end up with the person!!!


Author: trin
Date Posted: 09:59:21 09/04/03 Thu

o i c

so... you dont have to be a whore just to fuck someone's damn ass...

i see clearly now, thanks a lot!!


Author: pd
Date Posted: 18:09:40 09/04/03 Thu

Standard moral sekarang sudah banyak berubah. Yg dulu dianggep tdk senonoh (pindah2 ranjang) sekarang dianggep biasa2 aja.

Makanya supaya gak terlalu rumit mending cari pasangan yg punya standard moral seperti diri sendiri.

good luck
(wish me luck too)


Author: lesca
Date Posted: 18:48:35 09/04/03 Thu

wow...wow....

It seem Indonesian has changed a lots since the last time I was there. I have been here in Australia for the last 16 years. I remember when I was at high shool in Jakarta, I havent heard such of vulgar words use in daily conversation, and here...this really suprised me that you girls use the words " f " , etc..etc..I guess...this is freedom of speach ? lol..Iam not sure.
any way...take care


Author: Idounderstand
Date Posted: 22:49:05 09/04/03 Thu

Hey trin,

I do not know who you are talking to. I do not know you. I just try to say what I know about good fuck. And do not play morality judgement on whores, they are human too. To tell you honestly, in fact, in our society morality standard, lesbian and whore can be in in the same morality level (so bad..bad...bad). So be careful, even when you are so up set you do not harm those people has nothing to do with you or add prejudice!

PD, who is talking about sleeping arround? I only mentioned what is the requirement of a good fuck. We do not even know whether trin involved in this fucking picture except she is complaining about somebody fucking somebody else which she cannot understand why. I am not making assumption. So what is your problem? Was it so hard to read? And if men are sleeping arround, with what gender do you think they are sleeping with? Barbie? Remember, theoritically, gay people only 10% of the population, so gay men is less than that! So, what is the reality?

Gurls, read carefuly, when people said "it doesnt require love to fuck" or "love is not mandatory for a good fuck" it means exactly the same. But it is a prejudice if such statement is presumed or assumed as "sleeping arround."

Oh my my...it is so obvious to see the problem here ...prejudice everywhere...on us, among us (by us)...

Here is my prejudice:
No matter what the standard morality is, nothing has changed about sex. People just talked about it nearly as much as they do it. Those who cannot talk about it, either they do not have it or they cannot have a good one. But still, be careful here, because you might be prejudice on me too. I am talking about sex not sleeping around.


Author: me
Date Posted: 23:38:09 09/04/03 Thu

hi trin,

just fuck her... u don't have to waste your time for this girl!


Author: Air
Date Posted: 00:23:58 09/05/03 Fri

well..well..

what a funny a life ya.

well.. u said fuck.and in my opinion, fuck is diff wif make love, be carefull with that too.
do you think making love is just about sharing body's pleasure ?
uuhhmm.. 4 me make love means understand each other, u know when u should touch your partner,etc, showing love not emotion.
wajar memang kalau kamu marah,
semua keputusan is on your own hands.wanna go on or try to understand and accept about the diff between ML dan having sex?

lesca..
everything, everyone is always change.it's good or not,depend on the sight of your eyes.

thx


Author: indrie
Date Posted: 03:51:31 09/05/03 Fri

this is the bad moment of our whole life if we put ourselves in a huge emotional playground.

Trin, please put yourself on a "standard" live; then follow your standard. Set aside your emotional feeling... what is your benefit to be angry with someone that always lie to you... What losing do you take when you heard your lover fuck with somebodyelse?

Do you love with your lover now???? If so.. DON'T TRY to change her. If you think that you are better than her.. then show her your standard; be patient to wait her realize what is the meaning of love.

Take it easy... put yourself on a high standard then you could rest a while and peaceful may come to you.

Author: trin
Date Posted: 06:11:06 09/05/03 Fri GMT 0700

sori ya semua, aku gak bermaksud kasar.. cuma emosi sesaat

indrie, aku gak pernah punya standard apa2, dan gak pernah berpikir aku lebih baik dari siapapun...

cuma agak "sad" aja dengan realitas...

peace :)

thanks idounderstand and everybody...


Author: pd
Date Posted: 14:53:59 09/17/03 Wed GMT 0700

I'm happy to know that there are some les who are not into "care-free" lifestyle.
As for me, sexing is one of the acts of romantic love, so I "coupled" with only one person, and that person is the one I'm in love with.

Although there were times when I was a stupid whore, I "did it" not out of love but because it made me feel desired, it boosted my ego, but those days were long gone.

To 'I do understand'
I don't think you know what I was trying to say, so please go bark somewhere else. If you don't like people poundin(speaking up about "standard")around, then why you gotta pound too? You're doing the same thing as they did.

pd
(still stupid but no longer a whore)

Posted at 02:32 pm by ILF-Voy6346
Comments (1)  

I was straight until i knew her

Author: Via
Date Posted: 08:07:49 03/09/03 Sun

Banyak diantara kita yg mempunyai masalah yg sama, karena baru pertama kali "I was straight until i knew her " , karena pertama kali itulah membuat hati dan perasaan kita jadi sedikit berbeda, so kita jadi bingung dan bertanya dalam hati apakah kita telah menjadi LES ?

I agree with all of you, semua tergantung diri kita sendiri, semuanya berbalik dari kita, karena kita sendiri yg merasakannya, bahkan ada yg belum pernah pacaran dengan sesama sudah merasa kalo dia itu LES. Oh..my GOD, what kind of feeling is this ?

Anehnya yg sampai sekarang aku juga belum mengerti, kenapa perasaan kesesama jenis itu , begitu special, begitu kuat dan mengikat, cemburunya juga gila, sekali merasakan susah sekali melupakan.

Author: genius82
Date Posted: 00:59:47 03/10/03 Mon

--------------------------------------------------------------------------------

hai,

saya ada suka ama satu ce str8 juga, awalnya saya ngerasa dia yang mendekati
saya. terus menerus memberikan perhatian dan lain2. tapi mengapa ketika saya terbuka padanya kalo saya lesbian, dia juga kayanya tertarik tapi ketika km jadian hanya bertahan 1bulan. dia mengatakan dia merasa tertekan. tapi banyak hal yang dia pernah katakan sebelum jadian dlu : apakah resiko yang diambilnya pantas? dia bimbang tentang agama dan orang tuanya. saya sangat2 menyayanginya dan benar2 tulus dengan dia.

via apakah km juga merasakan keraguan itu? apa yang harus saya lakukan. saya takut dengan membuatnya belok bila itu bukan keinginannya, tapi saya benar2 tulus dengannya menyayanginya sepenuh hati. dan ingin melihatnya bahagia.

salam sehati

Author: meisje
Date Posted: 03:58:32 03/10/03 Mon

duh
kenapa kok semua masalahnya sama yah.....
and how do you all overcome that?
may i know?
coz i have exactly the same problem

Author: Via
Date Posted: 04:40:34 03/10/03 Mon

Hi genius82,

Cerita kita sama, waktu itu aku juga yg didekati terus menerus, bedanya dia yg sudah pengalaman and aku yg new comer, tapi waktu itu aku biasa aja, dia ngaku kalo dia LES aku ngak marah, dan herannya aku kog ngak menolak ?
Tapi kalo dipikir kembali, kalo aku tahu bakal begini buat hari,perasaan dan pikiran ngak tenang, misalnya waktu bisa terulang, aku akan menolak dia. But now...semua toh telah terjadi, aku ngak menyalahkannya, bahkan aku sayang banget sama dia.

So,in your case, kenapa ngak biarkan aja dia memilih ?
Kalo aku sih terus terang aja bilang sama dia, untung dan ruginya menjalin hubungan dengan sesama, kalo dia bisa terima ya..syukur, kalo ngak ya...belum jodoh lah.

Author: pd
Date Posted: 17:55:14 03/10/03 Mon

Waktu gua masih kecil, gua sempet kesengsem sama temen nyokap gua. Temen nyokap gua ini kira2 se-umur nyokap gua, udah nikah, udah punya 2 anak. Tapi namanya juga cuma cinta monyet, dan dia juga sudah berkeluarga jadi gua ngak ngarepin apa2, cuma suka diem2 aja.

Waktu kira2 gua umur 17 gua sempet semeng sama guru olah raga gua. Tapi karena gua tau dia guru dan gua cuma murid, dan gua gak tau orientasinya dia, jadi gua juga cuma suka diem2 aja. Tapi gua sempet naksir berat, tiap kali ketemu dia gua maunya cengengesan aja... gak tahan takut ketahuan dia dan temen2 sekelas akhirnya gua pindah ke kelas olah raga yg laen.

Pas sebelom kuliah gua sempet merasa kesepian, temen baek gua yg kebetulan cowok sempet gua "samber". Temen gua gak tau kalo gua gay, tapi dia tau kalo diantar gua dan dia itu cuma friendship doang.

Taon pertama kuliah gua sempet "naksir" sama ce butch se-asrama, tapi ternyata dia udah ada pacar :(

Gua masih merasa kesepian, akhirnya umur 19 gua pertama kali pacaran sama cowok. Dia bilang dia suka gua, trus gua pikir "hm... pengen tau rasanya pacaran sama cowok gimana, maybe gua suka cowok". Jadi gua terima aja waktu diajak pacaran.

5 bln berikutnya gua putus, merasa kesepian lagi, gak ada cw yg gua taksirin, tapi ada cowok dari internet yg mo macarin gua. 3 bln kemudian putus.

Masih merasa kesepian gua bilang "iya" tanpa mikir waktu di ajak pacaran sama cowok dari internet, tapi dia orangnya jahat dan suka maksa. Gua mo putusin aja gak berani. Ampir 2 thn pacaran akhirnya dia yg tinggalin gua.

Gua sempet desperate banget, yg gua mauin gak ada, yg mauin gua orng yg gua gak tertarik.
Temen di sekolah mulai pendekatan, gua seneng dpt temen baru, trus temen baru ini tanpa ba-bi-bu udah anggep kalo dia udah pacarnya dia. Gua sempet gak enak ati, mo diusir tapi ntar dikira gak sopan. Akhirnya gua "iya-in" lagi.

Waktu jalan baru 2 ato 3 bln gua kenalan sama cw online, gua bener2 fell in love sama dia. Tapi gua masih sopan sama nih cowok, jadi gua gak putusin, sementara gua juga masih in the closet.

Gua bener2 bingung gak tau mau gimana, akhirnya gua putus komunikasi sama cw yg online ini. 3 thn berjalan, gua putusin cowok ini.

Thn lalu gua "out" to my parents, and they got the msg clear and loud. At the same time gua naksir banget sama cw baru yg gua ketemu online. New year 2003 gua gak sama ortu, nyokap bener2 merasa kehilangan soalnya gua nemuin cw ini. Kebetulan gua punya sister yg akhirnya mengerti kalo gua selama ini "living in a lie" dan tdk bahagia.

Skarang gua 26 thn, masih pacaran sama cw yg sama, dia cw pertama gua :)
Don't know how long the relationship is going to last, but I'm happy that I don't have to lie about my feelings anymore.

Author: Via
Date Posted: 00:01:46 03/11/03 Tue

Hi pd,

Kamu sama ce-mu sering berantem ngak ?

Aku sama dia parah banget deh, ngak pernah damai lebih dari 3 hari, biasanya hari ke-3 dah max. Hari ke-4 dah diam-2an lagi selalu begitu. Tapi ya...itu habis berantem, sayangnya pasti tambah, tapi lama-lama ya cape juga

Kamu-kamu pada gitu ngak sih ?

Via

Author: marlina
Date Posted: 07:26:03 03/25/03 Tue

nama saya indra marlina mungkin nasib kita sama yaitu suka sama sejenis saya juga mau berbagi pengalaman saya..boleh kenal ?

Author: pd
Date Posted: 08:42:34 03/11/03 Tue

Via

Dulunya waktu gua baru2 pacaran sama dia emang sering ada "arguments". Itu karena gua ada personal issues, dan dia juga punya personal issues, dan masing2 kita belom tau each other's sensitive spots.

Sekarang gua udah tau kira2 topic apa yg gak perlu gua bahas sama pacar gua. Kalau pun sampe argue lagi, yah gua anggep aja kalo dia cuma mau mengutarakan pendapatnya, dan gua juga tdk perlu memaksakan dia utk berubah pendapat dan setuju dgn pendapat gua.

Between gua sama pacar gua, gua yg lebih bisa jadi "pendengar". Kadang gua emang terbawa emosi, tapi gua harus melatih diri supaya suara gua kalo ngomong tdk sampe yelling.

:)

Author: Via
Date Posted: 10:19:27 03/11/03 Tue


Diantara kita semuanya sensitive, mungkin karena diantara aku & dia terdapat perbedaan yg dalam, satu-satunya yg gak beda ya...kalo kita itu 'ce', and the power of love changes everything.

Honestly, setelah apa yg aku rasakan dengan dia, cape perasaan karena tiap hari berantem, rasa kangen kalo dianya gak ada, cemburu, menangis, tertawa, dll yang segalanya kurasakan serba berlebihan, dibandingkan perasaan ke co, semua ini membuat aku takut untuk memulai suatu hubungan lagi.

Mungkin ada diantara anda yg membaca posting-2ku, telah mengambil kesimpulan bahwa aku ini adalah LES, tapi sayangnya aku sendiri belum berasa, biarpun telah menjalani suatu hubungan yg menghebohkan selama setahun kemaren,aku masih berada dipersimpangan jalan, kebingungan ku belum terjawab

Ngak tahulah.....just wait and see....
Siapa tahu dengan berdiam diri, malah mendapat pencerahan

Author: pd
Date Posted: 10:36:49 03/11/03 Tue

Yah sudah lah daripada bingung2 "aku ini les atu bukan yah?" mending loe liat diri sendiri kalo loe itu female dan sukanya sama female.
:)

Soal berantem sama pacar.... hm... one day gua realized kalo gua tuh gak pernah mencak2 abies sama temen sendiri. Jadi gua coba utk build friendship sama pacar sendiri... and the process is still going on now, agak susah sih krn kan ada cemburunya juga.

Via, good luck!

Author: Via
Date Posted: 21:26:41 03/11/03 Tue

pd

Iya, ngapain pusing-2 mikirin aku les apa bukan ya, toh nanti waktu akan membuktikan.

Kamu berasa ngak , kalo dulu pacaran ama co cemburunya ngak begitu besar, tapi jalan ama ce cemburunya bisa 2kali lipat ?

Aku ama doi dia yg lebih parah, pernah sekali aku msg-2 an ama teman cowok, trus biasa kan ada kata-2 yg bagus aku save,bukan di inbox,tapi di archive bukannya mau nutupin dari dia, hanya simpan aja tanpa ada maksud lain, lama kelamaan aku lupa, thus suatu hari dia bangun duluan utak atik hp-ku, aku ngak ngeh...masih tidur, dia emang suka banget ngintip hp-ku! Begitu aku bangun aku lihat mukanya dah lain, wah...dalam hati bakal perang lagi nih, ternayata bener dia ngamuk-ngamuk, seharian kita ngak ngomong, padahal sudah aku jelasin panjang lebar, dianya tetap aja masih marah.

Aku sering ngak ngerti cara mikir dia, menurutku aneh-aneh, tapi kadang-kadang khawaiii neeeee

Author: genius82
Date Posted: 02:23:29 03/12/03 Wed

ikut nimbrung yah........
hahahaha.....kayanya ak pernah tuh rasain kaya km gitu. kita pacaran tapi tiap hari berantem melulu 5jam lalu masih mesra2 waktu2 berukutnya kita dah gak ngomong sama sekali. tapi biasanya gua yang berusaha minta maaf ama dia karena gak mau keadaan seperti itu berlanjut terus menerus.

dari masalah hp ampe email dia mau cek semuanya. kada gua ngerasa ada beberapa hal yang emang sifatnya privat gak perlu di cek ama pasangan, karena gua ngerasa ingin punya space sendiri. tapi yah gitu tetep aja gak bisa ngertiin. mungkin gak tau juga yah kenapa bisa kaya gitu ribut melulu dan kayanya dia ada unsur sengajanya dimana segaja cari masalah katanya dengan bumbu2 seperti itu hubungan bisa semakin gimana gitu. tapi kalo buat saya malah hal2 seperti membuat saya jauh dengan dia. gak semua orang bisa ribut dan baikan dengan cepat salah satunya adalah saya.

jadi gitu kita habisin waktu 1thn bersama ampe pada akhrinya sapa putusin untuk gak lagi ama dia karena lelah. dan juga karena kadar emosi saya yang semakin lama makin gak terkendali dan gak bisa ngalah lagi. walaupun masih sayang dan gak rela lepasin tapi itu yang terbaik :)

salam sehati

Author: Via
Date Posted: 02:32:11 03/12/03 Wed

genius82,

Wah...ceritamu kog sama, dia juga sering bilang dengan berantem kita jadi tambah dekat, emang juga sih.
Tapi kan cape hati ya :)

Author: Mickey
Date Posted: 04:56:40 03/12/03 Wed

Gua pernah ngalamin gitu juga, kesel2an ama doi yang akhirnya diem2an, sering malah :P
Banyak penyebabnya, tapi mungkin sebagian besar karena jealousy.
So, gua pikir sich jalan keluarnya untuk ga sering2 berantem, yach masing2 harus tahu gimana menjaga perasaan pasangannya.
Seperti : ga terlalu sering ngomongin tentang exnya masing2, bersikap jujur dan apa adanya ( tidak terkesan menutup-nutupi ), kalo ex masing2 masih ga bisa lepas dari kita, yach coba dech jaga jarak, toch pasangan sekarang kita yang udah menjadi perhatian utama, bukan ex dan juga bukan orang lain, so jadiin pasangan masing2 sebagai prioritas.
Menurut gua sich begitu ya.

Author: pd
Date Posted: 09:07:01 03/12/03 Wed

Bener mic
Pasangan yg sekarang yg harus jadi prioritas dan perhatian utama.

Memang susah kalo pacar yg sekarang ternyata belom bisa "move on" dari masa lalunya, dan kita tau adanya masalah itu belakangan pas udah keburu macarin dia.

Rasa cemburu gua biasanya datengnya dari perasaan kurang dihargai dari pacar. Memang sakit banget rasanya kalo tdk dihargai dgn sesama cewe.

Author: Via
Date Posted: 10:18:02 03/12/03 Wed

--------------------------------------------------------------------------------

So, masalah utama pertengkaran dilihat dari posting-2 yg masuk ternyata ada 3 ya ?
1. Cemburu 2. Masalah Ex dan ke-3. masalah penghargaan

Kalo aku personally, masalah cemburu dia itu yg gak tahan , herannya kog gampang sekali dia cemburu ???

Umumnya untuk kaum cowok (ce yg tomboy),umumnya cemburunya besar sekali, benar ngak sih ?

Author: pd
Date Posted: 10:52:33 03/12/03 Wed

Menurut gua :

tomboy ato bukan tomboy, kalo dari segi emosinya dia bener2 udah tergantung banget sama loe ato emosinya gak stabil dia akan cemburuan abis

Gua dulu cemburu abis2an karena emosi gak stabil, itu juga kayaknya keturunan dari salah satu ortu gua.

Author: genius82
Date Posted: 16:12:47 03/12/03 Wed

wah......... gua merasa tersinggung nih :(
gua rada tomboy loh walaupun menurut gua gak tomboy2 banget. tapi gua gak cemburuan loh malah femme loh yang cemburuan :P gak lah maslah cemburu itu sehat kaloemang dalam kadar dimana yang pantes dicemburuin. seneng juga sih kalo dicemburuin kadang2. tapi janan ampe kelewatan tuh ampe sms dari temen kampus aja di bilang selewengan nah dah macam2 tuh pikirannya, dah deh cape kalo dah gitu.

masalah ex emang sih bener jangan lah dibawa2 lagi mending diomongin sebelum jadian biar jelas tapi bukan untuk bandingin. kalo gua sih dulu ribut hal2 bodoh deh, dia gak seneng gua pake baju apa en dia suruh gua ganti en dia gak mau bisa jadi ribut. kadang ketawa geli sendiri kaya anak kecil jadinya hahahaha......

Author: sil
Date Posted: 03:25:35 03/13/03 Thu

aku setuju banget! kaum co, lebih besar rasa cemburunya ketimbang kaum fem, gak tau ya kenapa? udah bawaan kali...? di dunia hete aja masalahnya selalu gitu kok, co lebih sering cemburu ketimbang ce.jadi buat aku, wajar kok.

Buat pd, kamu orangnya terbuka ya dan sangat beruntung karena bisa menemukan seseorang yang sangat special di sisi kamu dan sangat berani untuk coming out kepada ortu.

Author: pd
Date Posted: 10:01:22 03/13/03 Thu

Kata si genius: walaupun masih sayang dan gak rela lepasin tapi itu yang terbaik :)
Trus kalo loe punya pacar baru, loe masih ada rasa sayang sama ex loe gak?

Pacar gua masih sayang sama ex-nya, biarpun ex-nya ini entah gak tau di ujung dunia mana.
Uhuhuuuuuuuuuuu aku tak suka dimadu.

Hello SIIIIIL

Author: genius82
Date Posted: 15:49:45 03/13/03 Thu

hahahahha.....
buat pd manis,
kalo prinsip gua sih yah.....sayang ama cinta itu beda banget inget BEDA BANGET.
bagi gua siapa pun dia yang pernah masuk kedalam hati gua walaupun itu nyakitin gua sendiri, tetep gua sayang. tapi no love...... cinta pertama gua kandas sakit ati bangetttttt100000x tapi....tetep gua hargain dia sebagai seseorang yang pernah masuk kedalam hati gua ampe sekarang gua sayang ama dia kok!!! tapi sebatas sayang aja... minggu lalu dia baru balik ke jkt en kita ketemu gitu rame2..... km tau apa rasanya??? gua sayang dia tapi untuk cinta gak NO WAY!!!

ex gua yang gua putusin itu, sekarang dia dah punya ce lagi loh... kadang dia datang kerumah gua ama ce nya gitu dan kita ngobrol2 gitu.. en ce nya juga tau kalo gua sayang ama dia tapi beda gak lagi seperti dulu.

itu yang kadang gua bilang space pribadi yang mungkin sebernya gak ada ap2nya bagi gua loh karena gua cuman mau hargain orang yang pernah masuk ke dalam hati gua. jangan ampe kaya pepatah "habis manis sepah dibuang" hahahaha......

jadi PD, mungkin ex km seperti saya. sayang tapi no LOVE so biarin aja deh dia ketemu lagi ama ex nya belom tentu ada rasa apa2 bener loh jadi aneh sendiri.

salam sehati

Author: pd
Date Posted: 15:58:32 03/13/03 Thu

genius

Okeh okeh, skarang gua ngerti. Thankiu!

Sialan neh, jadi ketahuan deh kalo gua cemburuan abes.
hahahahah........ oh well

Author: Via
Date Posted: 20:37:40 03/13/03 Thu

Bicara soal cemburu, ada suatu kejadian yg ngak akan terlupakan, suatu hari pagi-2 sekali teman co main kerumah (teman biasa doi dah kenal), doi waktu itu ada didapur lagi goreng ikan teri ama pembantu. Begitu aku duduk dan ngobrol ama teman co, doi keluar tapi ngak duduk cuma lewatin doang, belagak ke depan, karena pas dia datang aku lagi breakfast tak tawarin sekali , so kita sarapan sambil ngobrol, pas aku noleh ke belakang doi ngeker terus kedepan, ngaak berapa lama dari dapur keluar suara-2 brisik, dalam hati paling doi lagi marah lagi nih, dah biasa biarin aja.

Begitu temanku pulang, aku buru-2 ke dapur oh..my GOD apa yg terjadi, tangannya kena kuali panas dan ikan terinya hangus, diam-2 pembantuku ngadu, katanya ikan terinya goreng 3 kali, 2 kali hangus semua ke buang di tong sampah.

Bekas luka di tangannya cukup jelas, kayaknya ngak bisa hilang, aku seing nanya gimana nih gak bisa hilang lho...dia malah kesenengan, biarin katanya ada tanda cinta he..he..., aneh tapi nyata :)

Author: Maxell
Date Posted: 08:54:42 03/14/03 Fri

Dear Via,

Menurut saya, jumlah kita membina hubungan dengan orang tidak menentukan preferensi seksual seseorang. Jangan bingung jika ada yang sudah mengetahui dirinya mempunyai preferensi seksual yang berbeda walaupun belum pernah membina hubungan dengan sesama. Perasaan tersebut dapat dialami sejak kecil dan bertahan hingga dewasa. Mungkin kasusnya berbeda dengan kamu, yang baru memikirkannya setelah mengalaminya sendiri. Tidak mengapa jika kamu bingung dan tidak yakin. Jangan bertambah bingung dengan mempertanyakannya :

Cemburu lebih banyak disebabkan perasaan "insecure" dari diri yang mengalaminya. Walaupun menurut saya, hubungan yang umum juga melibatkan perasaan "insecure", tidak hanya hubungan dengan sesama jenis. Kalau perasaan "insecure" agak tinggi atau berlebihan maka akan menimbulkan perasaan cemburu yang berakibat pada kelakuan-kelakuan yang justru malah menyakiti hati pasangannya.

Pertengkaran bisa timbul karena perasaan cemburu, tetapi bisa juga timbul karena hal lain. Bertengkar itu manusiawi karena manusia itu unik, tidak ada yang benar-benar sama, apalagi pemikirannya. Perbedaan pemikiran bisa menimbulkan pertengkaran (walau tidak selalu demikian). Bertengkar terjadi karena komunikasi yang kurang baik dan kemauan untuk menerima. Manusia hidup dan menjadi dewasa bukan hanya secara fisik tetapi juga pemikiran. Manusia sejak lahir belajar untuk berkomunikasi dan menyampaikan pemikiran/keinginannya serta belajar untuk menerima. Saat bayi dilakukan dengan menangis untuk meminta/menyatakan apa yang diinginkan, bertambah usia dapat dilakukan dengan mengatakannya. Bagaimana menuangkan pikiran kita kepada orang lain agar dapat dimengerti seperti yang dimaksud, bukanlah persoalan yang mudah menurut saya. Seringkali kita merasa sudah mengatakan/menyampaikan seperti yang dimaksud, seringkali kita merasa bahwa orang sudah seharusnya mengerti yang kita katakan/sampaikan, padahal belum tentu demikian kenyataannya. Bagaimana manusia belajar berkomunikasi dengan manusia lain dan menerima komunikasi manusia lain adalah hal yang menentukan bagaimana manusia tersebut berhubungan dengan manusia lainnya. Membina hubungan (yang umum maupun yang sesama jenis) melibatkan keinginan membina komunikasi dan menerima komunikasi yang lebih dekat dan khusus dengan satu orang tertentu. Oleh karena itu memerlukan keinginan belajar yang tinggi akan komunikasi dan penerimaan untuk kedua belah pihak, jika tidak, maka kedua belah pihak akan merasa tidak nyaman dan mungkin tersakiti hati dan perasaannya. Yang terjadi malah melupakan tujuan awal dalam membina hubungan, yakni keinginan memberi kasih dan keinginan menerima kasih.

Memang tidak nyaman jika bertengkar cukup sering, tetapi hal itu lumrah pada awal masa membina hubungan, saat adaptasi dan mempelajari serta mengenal keinginan pasangan. Lama atau sebentar tergantung keinginan belajar dari dua belah pihak dan kadar cinta yang pantas untuk dipertahankan dan diperjuangkan.

Cheers,
Maxell

Posted at 02:21 pm by ILF-Voy6346
Comments (7)  

Introduction

Ini adalah file dari berbagai posting di Indonesian Lesbian Forum di www.voy.com/6346/ Terdiri dari isu-isu seputar lesbian. Karena berbagai keterbatasan termasuk keterbatasan ruang diforum dan banyaknya pertanyaan-pertanyaan seputar isu yang serupa, beberapa posting saya tampilkan disini...Semoga bermanfaat...

Salam,
Bonnie


Posted at 02:16 pm by ILF-Voy6346
Comments (8)  




Previous Page

<< September 2003 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:




rss feed