Entry: Saat pilihan sudah ada... Dec 18, 2003



Author: some1

Date Posted: 01:54:03 02/09/02 Sat

 

saya pernah menikah. saya pacaran 2 kali. dengan yang pertama kl 3 tahun. dan yang ke 2 sekitar 6 bulan hingga sekarang. masalahnya adalah saya merasa bahwa ini adalah pilihan hidup saya. bukan karena saya sudah pernah menikah or ada anak, tapi karena memang saya merasakan kenyamanan itu ada pada menjalin hub ini. ironisnya...my partner tidak dapat memberikan komit atas hub ini. karena alasan yang 'agak' kurang masuk akal meskipun saya tau bahwa dia cinta sekali dengan saya.

 

teman pria saya banyak dan bukan sombong banyak diantara mereka yang menaruh minat thd saya. tapi saya tidak tergerak untuk mengikat dng mrk karena bukan itu pilihan hidup saya. sekarang2 ini saya cenderung stress dengan kondisi yang saya hadapi. waktu terus berjalan...so umurpun terus nambah. begitu sulitkah di 'dunia les' ini menemukan partner yang bisa di ajak commit???

 

 

 

Author: gue

Date Posted: 08:17:42 02/09/02 Sat

 

jangan khawatir tdk semua les yg sulit utk diajak commit. saya rasa org2 yg sulit utk diajak commit adlh org2 yg beelum merasa nyaman dgn kondisinya atau dgn pasangannya. tp kalo sdh merasa nyaman dan merasa yakin dgn pasangannya pasti commitment itu akan mudah utk diadakan.

 

Author: Bonnie

Date Posted: 09:32:31 02/10/02 Sun

 

To Some1

 

Tanpa pengakuan hukum dan masyarakat, memang dunia lez menjadi dunia yang tidak mudah untuk dijalani. Akan tetapi tidak berarti kita tidak dapat membentuk dan memiliki komitmen. Lalu, dengan komitmen2 kita dengan pasangan kita, tidak berarti kita dapat mengabaikan kenyataan hidup. Semuanya butuh keseimbangan (pemenuhan yang proporsional) dan kekuatan untuk menjalaninya, karena terkadang kita seakan harus berlari ke arah yang berlawanan di suatu saat yang sama. :)

 

 

 

Some1,

Mungkin pasangan anda belum siap untuk membentuk komitmen, akan tetapi sebagai pasangannya mungkin anda bisa mencari jawaban yang sesungguhnya mengapa di belum siap. Jika tidak, ada baiknya mencoba untuk membicarakannya dari hati ke hati dengan si dia. Jangan sampai keengganannya berkomitmen tanpa alasan yang menurut anda tidak masuk akal itu membahayakan hubungan cinta kasih kalian yang sesungguhnya telah sangat kuat terjalin. Cobalah untuk membuatnya lebih terbuka untuk berbagi ketakutan dan kecemasannya tanpa takut dihakimi, bahwa anda mencintainya dan menerima dia apa adanya, termasuk dengan ketakukan dan kecemasannya.

 

 

 

Salam,

Bonnie

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments